KSR PMI UIN Jakarta Tetap Berkegiatan di Masa Pandemi

KSR2BPMI2BUIN2BJAKARTA2Bon2BInstagram 2B 2BKSR2BREPORT2B 12528JPG2529 01

 

Foto: Akun Instagram @ksruinjkt

JOURNOLIBERTA.COMTerhambatnya
kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) selama Pandemi Covid-19 sejak Maret 2019
lalu juga
dialami
Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) UIN Jakarta. Kegiatan rutin
seperti donor darah, pelatihan, dan kegiatan sosial lainnya kini harus
menggunakan metode baru sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah.

Ketua KSR PMI UIN Jakarta, Anggun Rahayu mengungkapkan bahwa di masa pandemi kegiatan organisasi tetap berjalan. Ada empat divisi yang
aktif berkegiatan baik secara luring maupun daring
dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Divisi
tersebut antara lain divisi pendidikan dan pelatihan, divisi hubungan masyarakat, divisi bantuan kesehatan sosial,
 dan divisi sekretariatan dan kesejahteraan anggota.

“Sebelum
pandemi, KSR PMI UIN rutin mengadakan donor darah
dua kali dalam sebulan, cek kesehatan,
dan bakti sosial. Namun
, tahun ini baru sekali
mengadakan donor darah karena terkendala tempat jadi sulit mencari tempat untuk
diadakannya donor darah. Kalau bakti sosial direncanakan diadakan kembali pada Oktober di
Kampung
Pemulung
daerah Ciputat yang akan diikuti kurang lebih 15 petugas,”
ungkapnya saat dihubungi melalui
WhatsApp, Minggu (13/6/2021)
.

Anggun juga mengungkapkan kendala yang
terjadi di masa pandemi
, 
seperti
izin dari pihak
kampus yang sulit, lomba yang diundur, hingga pelatihan pertolongan pertama
yang terhalang
karena banyak anggota masih berada di luar
kota.
Meski
terdapat kendala,
lanjut anggun,
ada pula kegiatan
rutin ya
ng tetap berjalan.

“Hampir
semua kegiatan di KSR UIN Jakarta tetap terlaksana seperti latihan lanjutan
yang dilaksanakan oleh para anggota muda, cek kesehatan, piket di markas PMI
Jakarta Selatan, Bucin 
(bersilaturahmi
untuk capai inspirasi
)
yaitu kegiatan mengunjungi rumah anggota
KSR untuk silaturahmi menggunakan
protokol kesehatan dan membatasi jumlah anggota yang ikut, studi banding, dan
pengajian online
(daring) seperti yasinan,” jelas
Anggun.

Selain
kegiatan tersebut, ia juga bercerita mengenai kegiatan lainnya yang juga rutin
mereka laksanakan sebelum pandemi yaitu donor darah.
Kegiatan donor
darah untuk masyarakat ini
bekerjasama dengan PMI Tangerang dan  PMI Kabupaten Tangerang
dengan
tetap  menerapkan protokol kesehatan.

“Awal
pandemi minat masyarakat sangat
turun karena banyaknya hoax di masyarakat. Maka dari
itu KSR
mengadakan webinar mengenai donor darah untuk menjelaskan
(mengedukasi)
bahwa d
onor
darah itu penting. Saat ini minat masyarakat mulai meningkat dan aware
terhadap donor darah
,” tuturnya, Minggu
(13/6/2021).

Kegiatan rutin ini juga disambut
baik oleh masyarakat
, salah satunya  mahasiswa
Hubungan Internasional UIN Jakarta,
Ryan Fatkhu yang tetap
mendonorkan darah di  masa pandemi
. Ryan mengaku proses pelaksanaan
donor darah
yang
diadakan KSR PMI
UIN Jakarta
ketat dalam menerapkan protokol
kesehatan.

Beberapa ada
yang berdekatan sambil mengobrol, namun langsung ditegur dengan
petugasnya,” ujarnya pada Rabu (16/06
/2021)

Ryan
berharap  kegiatan donor darah seperti
ini tetap dipertahankan secara rutin.
Ia melanjutkan, kegiatan ini merupakan kegiatan
yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, apalagi di masa pandemi, di
mana stok darah
yang dibutuhkan lebih banyak.

Selain Ryan, Mahasiswa Jurnalistik UIN Syarif
Hidayatullah
Jakarta, Rika Salsabila
juga ikut
melakukan donor
darah
pada
Maret lalu. Ia mengatakan, persepsi
masyarakat terhadap donor darah merupakan hal yang berlebihan dan tidak
terbukti kebenarannya.

Banyak persepsi yang keliru
mengenai Covid-19 menular lewat darah, merasa donor itu bahaya karena ditusuk
-tusuk
(disuntik),
 isu donor
darah bikin cepat mati, ada juga masarakat yang merasa donor darah yang mereka
lakukan tidak sebanding harganya karena hanya dituker makanan. Padahal
,
hal tersebut sudah dibuktikan bahwa Covid-19 tidak tertular melalui darah,
terlebih petugas PMI sangat menerapkan protokol kesehatan
,” ujar Rika, Minggu (13/06/21).


Penulis:
Syifa Fauziah dan Indah Pramestya

Editor:
Siti Hasanah Gustiyani

Pos terkait