Foto: Pergelaran Kesenian Betawi, Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Lokal

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

Journoliberta.com – Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan mengadakan pergelaran kesenian budaya tradisional Betawi di Amphitheater, Kampung MH Thamrin pada 12-13 April 2025. Acara yang berlangsung selama dua hari ini menyuguhkan berbagai pertunjukan kesenian Betawi, mulai dari ondel-ondel keliling, tarian Betawi, bodoran Betawi, hingga musik gambang kromong.

Ketua Satuan Pelaksana (Kasatlak) Edukasi dan Informasi PBB Setu Babakan, Farah Aini Astuti menjelaskan, bahwa pengunjung dapat menikmati pergelaran budaya tradisional Betawi secara gratis. Ia mengatakan tujuan pergelaran ini tidak hanya untuk dinikmati melainkan juga menjadi hiburan bagi masyarakat.

“Tempat ini kan wisatanya gratis. Jadi, siapa pun bisa langsung datang melihat konten yang ada di perkampungan budaya Betawi ini. Jadi, sembari mereka datang, mereka juga terhibur dengan adanya pergelaran seni budaya Betawi,” ujar Farah saat diwawancarai di Amphitheater, Sabtu (12/4).

Selain itu, ia juga mengungkapkan pergelaran ini tidak hanya sebatas tarian Betawi saja melainkan juga menampilkan pertunjukan budaya kesenian lainnya. Beberapa di antaranya meliputi lenong, gambus, samrah, gambang rancak, kasidah, dan marawis.

“Keseniannya juga berbagai macam gak cuma tarian Betawi aja, ada juga lenong, samrah, gambus, kemudian gambang rancag, ada kasidah, marawis gitu,” ungkap Farah.

Lebih lanjut, Farah juga menjelaskan asal usul ondel-ondel Betawi yang awalnya dipercaya sebagai boneka penolak bala wabah penyakit di suatu wilayah Jakarta. Namun, seiring berkembangnya zaman, ondel-ondel digunakan untuk pertunjukan yang bersifat menghibur.

SLIDE 31“Kalau ondel-ondel itu dulu katanya ada penyakit di suatu wilayah gitu kan di daerah Jakarta. Terus akhirnya berkembang menjadi ondel-ondel itu patung yang dipajang untuk menghibur,” tambahnya.

Di samping itu, Farah berharap pergelaran ini dapat mengedukasi masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya tradisional Betawi. Ia juga berharap agar kesenian tradisional bisa dikembangkan dengan inovasi baru sesuai dengan perkembangan zaman.

“Dengan adanya pergelaran ini ya berharap bisa pada main ke sini, nonton gitu. Selain itu, ya agar budaya kita gak tergerus oleh banyaknya teknologi, hal-hal modern. Jadi, mungkin berharapnya bisa terus dikembangkan dengan inovasi baru. Pengembangan baru dari kesenian itu,” pungkas Farah.

SLIDE 41Di sisi lain, salah satu pengunjung, Alfu mengaku cukup tertarik melihat pergelaran budaya tradisional Betawi. Ia berharap pergelaran tersebut bisa menambah wawasan tentang kesenian budaya Betawi.

“Memang sering ke sini ya, karena lumayan seru gitu kan. Memang suka untuk melihat budaya-budaya kayak gini gitu. Terus jadi lebih tahu budayanya juga,” ujar Alfu saat diwawancarai di Amphitheater, Minggu (13/4).

SLIDE 51Tak hanya itu, Alfu juga mengajak kepada generasi muda untuk melestarikan budaya tradisional Betawi dengan mengunjungi pergelaran seperti ini. Ia menyarankan agar generasi muda menyisihkan waktunya untuk menyaksikan pergelaran kesenian budaya tradisional Betawi.

“Salah satunya ya ngunjungin tempat-tempat budaya kayak gini. Lebih sedikit disisihkan waktunya untuk ke budaya lah gitu,” ujarnya.

SLIDE 61

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *