Journoliberta.com – Pelaksanaan Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) UIN Jakarta 2024 belum kunjung dilaksanakan. Hal ini menandakan kepengurusan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) belum menjalani transisi di tengah pergeseran kalender akademik yang telah memasuki tahun 2025.
Journo Liberta telah menghubungi pihak SEMA-U untuk dimintai keterangan terkait hal ini. Namun, sampai berita ini ditulis kami tak kunjung mendapat jawaban.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum SEMA Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Muhammad Arrizki mengaku, pihaknya tidak tahu alasan pasti terkait penundaan Pemilwa. Namun, ia mengatakan akan mengambil langkah preventif jika tidak kunjung menerima jawaban sebagai upaya menjaga demokrasi kampus.
“Kami juga mempertanyakan jadwal Pemilwa ke beberapa fungsionaris SEMA-U. Jika tak kunjung dapat balasan, kita bisa adakan diskusi terbuka dengan SEMA-U atau dengan audiensi tanpa kekerasan. Semakin lama kita di sini maka akan semakin lama proses regenerasi yang baru dalam Ormawa,” ujarnya saat diwawancarai via Whatsapp, Rabu (5/2).
Lebih lanjut, Arrizki juga menyarankan kepada SEMA-U untuk lebih transparan dengan melibatkan seluruh Ormawa di UIN Jakarta dalam pengambilan keputusan ini. Ia berharap setelah penundaan Pemilwa ini partisipasi mahasiswa semakin meningkat dalam menggunakan hak pilihnya.
“Seharusnya pengambilan keputusan ini juga melibatkan seluruh organisasi kampus sebab merawat dan menjaga demokrasi kampus juga dilihat dari kerapiannya dalam mempersiapkan Pemilwa. Penundaan ini bukanlah hambatan melainkan bentuk upaya Pemilwa akan berjalan dengan baik demi kepentingan bersama,” lanjutnya.
Di sisi lain, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Jurnalistik, Zharfan Zahir menyatakan, bahwa pelaksanaan Pemilwa yang tidak tepat waktu menunjukkan kebodohan yang berulang. Ia menilai transisi kepengurusan belum berlanjut karena kurangnya evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilwa di tahun lalu.
“Tidak pernah tepat waktu adalah salah satu bukti penyelenggara Pemilwa bodoh dan tidak pernah siap untuk mengadakannya. Semangat teman-teman yang ingin beregenerasi sementara transisi kepengurusan belum berjalan,” tukasnya saat diwawancarai via Whatsapp, Selasa (4/2).
Tak hanya itu, ia juga berharap pelaksanaan Pemilwa ke depannya bisa diadakan secara tepat waktu dan konsisten. Zharfan kembali menjelaskan, bahwa Pemilwa yang tak kunjung dilaksanakan ini dapat menghambat proses regenerasi dalam Ormawa.
“Kepada Senat Mahasiswa (SEMA-U) yang terhormat, ini hanya organisasi mahasiswa di lingkup kampus, tolong hiraukan saja kepentingan yang di atas karena sangat menghambat proses regenerasi organisasi kami,” pungkasnya.