Journoliberta.com – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengadakan Festival Pecinan dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek, Rabu (29/1). Terdapat beragam pertunjukan yang dipersembahkan, mulai dari atraksi barongsai hingga tari peranakan Tionghoa-Betawi.
Salah satu pemain barongsai, Arif Darmawan, mengungkapkan keberadaan barongsai berakar dari legenda kuno mengenai seekor singa yang dipercaya mampu mengusir roh-roh jahat dan membawa perlindungan bagi penduduk desa.

“Filosofinya berasal dari seekor singa. Pada zamannya, singa ini dipercaya mampu mengusir roh-roh jahat yang mengganggu sebuah desa,” ujar Arif saat diwawancarai di area Plaza Kori Agung, Rabu (29/1).

Menurut mitos Tiongkok kuno, roh jahat yang dimaksud adalah monster Nian yang bertubuh sebesar gajah dengan kepala menyerupai singa. Setiap awal musim semi, Nian dipercaya muncul untuk memangsa hewan ternak, tanaman, hingga penduduk desa. Kostum barongsai yang menyerupai singa diyakini terinspirasi dari penampilan monster Nian.

Hingga kini, kesenian barongsai tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Imlek, tetapi juga sebagai simbol harapan untuk menyambut tahun baru. Dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni, diharapkan dapat melestarikan warisan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia.

