Festival Peh Cun Suguhkan Ragam Kegiatan Budaya

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

Journoliberta.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali menggelar rangkaian acara Festival Perahu Naga Peh Cun 2576/2025 di bantaran Sungai Cisadane, Sabtu (31/05). Festival yang telah diadakan sejak 2 Mei hingga 1 Juni ini menyuguhkan berbagai rangkaian acara, seperti lomba balap perahu naga dan perahu palak, lomba tangkap bebek, perayaan 1000 bakcang, penampilan Liong dan barongsai, sembahyang Yue, serta ritual memandikan perahu.

Ketua panitia Festival Perahu Naga Peh Cun, Herlinawati, menyampaikan bahwa hari Sabtu merupakan puncak Festival Peh Cun yang diawali dengan ritual memandikan perahu, kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan, sembahyang Yue, lomba tangkap bebek, dan ditutup dengan perlombaan perahu naga.

“Dan sampai puncaknya itu ritual memandikan perahu. Tanggal 31, hari ini kita melakukan opening ceremony untuk lomba, melakukan sembahyang Yue, terus melaksanakan lomba tangkap bebek. Dan tadi sekitar jam 13.00 WIB kita melaksanakan lomba dayung perahu,” jelas Herlinawati saat diwawancarai di tepi Sungai Cisadane, Sabtu (31/05).

Lebih lanjut, Herlinawati juga menyebut Festival Peh Cun sebagai tradisi tahunan yang tidak hanya berfokus pada perayaan lomba perahu, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan budaya dan ritual. Ia menjelaskan rangkaian acara dimulai dari pelepasan ancak, bersih-bersih sungai, hiburan dan bazar, pembacaan doa-doa dan ritual, serta lomba tangkap bebek dan perahu naga.

“Festival ini memang kita merayakan lomba perahu pada dasarnya. Tapi setiap tahunnya memang Boen Tek Bio (kelenteng) adakan ini dan ada rangkaian kegiatannya. Rangkaian itu sendiri mulai dari lepas ancak, bersih-bersih bantaran kali Cisadane, terus lanjut acara panggung hiburan dan pasar, baca doa Keng dan Paritta,” tambah Herlinawati.

Sementara itu, tradisi lomba perahu naga dan melempar bakcang dalam perayaan Peh Cun memiliki akar sejarah yang mendalam. Merujuk pada Kompas.com, perayaan ini berawal dari legenda Qu Yuan, menteri bijak Negara Chu yang difitnah dan dibuang pada era Warring States.

Sebagai bentuk protes, ia mengakhiri hidupnya dengan menenggelamkan diri di Sungai Miluo. Untuk menghormati pengorbanannya, warga mendayung perahu dan melempar bakcang agar jasad Qu Yuan tidak dimakan ikan, serta menabuh genderang guna mengusir roh jahat.

Di sisi lain, antusiasme datang dari salah satu peserta lomba, Ferdiano yang mengaku tidak pernah melewatkan perlombaan Festival Peh Cun setiap tahunnya. Ia menilai festival Peh Cun memiliki daya tarik tersendiri, terutama dalam menyuguhkan tradisi Tionghoa melalui kegiatan, seperti lomba tangkap bebek dan balap perahu.

“Tradisinya sih, sama perlombaan Peh Cun yang ada, kayak tangkap bebek sama lomba perahu. Pengalamannya seru selama mengikuti lomba setiap tahun. Favorit saya sih tetep lomba perahu,” ujar Ferdiano saat diwawancarai, di tepi Sungai Cisadane, Sabtu (31/05).

Pos terkait