Journoliberta.com – Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) telah menggelar acara Bincang Legislatif Vol. 3 dengan tema ‘Penguatan Pendidikan Karakter: Peran Legislatif dalam Membentuk Generasi Unggul’ di teater lantai 2 Gedung FDIKOM, Kamis (19/9).
Dekan FDIKOM, Gun Gun Heryanto, mengawali kegiatan bincang ini dengan menyampaikan pentingnya partisipasi politik dan suprastruktur politik dalam menciptakan masyarakat yang lebih berdaya.
“Pertama, partisipasi politik itu penting, karena ini salah satu indikator dalam indeks demokrasi. Kemudian yang kedua, legislatif menjadi elemen penting dalam suprastruktur politik. Ketiga dan terakhir mudah-mudahan dari perbincangan ini bukan hanya berhenti pada dialog tetapi ada inisiatif-inisiatif bagus,” ujarnya.
Sementara itu, acara ini diisi oleh beberapa anggota legislatif. Di antaranya ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi II, Mardani Ali Sera, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Farah Savira dan anggota DPRD Kota Depok, Yuni Indriani.
Saat ditemui selepas mengisi materi dalam Bincang Legislatif Vol.3, anggota DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mengatakan bahwa para legislator harus selalu hadir untuk seluruh lapisan masyarakat.
“Kita (legislator) harus paham bahwa masyarakat itu butuh didengar. Contoh yang sudah kami lakukan itu membuka lini komunikasi melalui sosial media. Lalu kami juga sudah mulai memberikan kesempatan berdiskusi dengan berbagai macam stakeholder, mau itu dari mahasiswa, Non Governmental Organization (NGO), atau juga komunitas lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menyatakan jika sistem merupakan faktor penting sekaligus tantangan utama yang memengaruhi karakter dan integritas legislator.
“iya jadi sebenarnya yang paling utama itu sistem (lingkungan) karena sistem itu tidak memaksakan kita untuk untuk conforming to the norms gitu. Mungkin norma yang berlaku di situ tidak sejalan atau sevisi misi dengan apa yang kita pegang sebelum kita masuk ke dalam sistem”, tambahnya.
Masih di tempat yang sama, mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Dika Saputra, meminta kepada seluruh legislator untuk selalu mendengarkan dan memahami aspirasi dari rakyat.
“Aspirasi rakyat itu bermula dari pendidikan. Mereka bisa mengeluarkan aspirasi itu ya dari keresahan karena adanya pendidikan yang kurang. Sehingga, untuk menekankan para legislator ini mereka harus bisa memahami keresahan di masyarakat. Apa saja yang memang menjadi fokus untuk bisa menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Dika juga berharap forum-forum seperti ini diperbanyak agar pemikiran para mahasiswa bisa lebih luas dan terbuka.
“Harapannya semoga ada banyak program-program seperti ini, agar teman-teman bisa lebih luas pemikirannya. Jadi kita lebih terbuka karena mengikuti forum seperti ini.” tutupnya.