Uji coba ini ditujukan untuk membantu orang yang berkebutuhan khusus seperti mengembalikan penglihatan dan membantu orang mengontrol otot dengan memanfaatkan perangkat digital. Namun, belum diketahui secara pasti kapan Neuralink akan melakukan uji coba tersebut.
Pihak FDA AS telah membenarkan pengumuman yang dibuat oleh Neuralink melalui akun resmi Twitternya pada Jumat, (26/5/2023). Sebelumnya, FDA menentang Neuralink terkait keamanan sehingga beberapa karyawan dan mantan karyawan Neuralink membocorkan informasi uji coba tanam cip tersebut.
“Kami sangat senang untuk mengumumkan bahwa kami telah menerima persetujuan FDA untuk meluncurkan studi klinis manusia pertama kami. Ini adalah hasil kerja luar biasa oleh tim Neuralink dalam kerja sama erat dengan FDA dan merupakan langkah penting pertama yang suatu hari memungkinkan teknologi kami membantu banyak orang. Rekrutmen belum dibuka untuk uji klinis. Kami akan segera mengumumkan informasi lebih lanjut tentang ini,” katanya melalui pernyataan tertulis di akun Twitter resmi Neuralink.
Sebelumnya cip Neuralink sudah melakukan uji coba pada monyet. Dilansir dari Evening Standard mereka telah melakukan uji coba pada spesies monyet dan membunuh sekitar 1.500 ekor untuk dijadikan eksperimen sejak 2018.
Namun Neuralink akan tetap membuka pendaftaran uji coba kepada relawan yang bersedia dan menjamin keselamatan relawan selama proses pengujian sehingga relawan yang berminat tidak perlu khawatir.
Penulis: Irvan Alfianto
Editor: Putri Nadhila
