Foto: Diskusi Buku Aksi Kamisan, Tolak Lupa Pelanggaran HAM

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

Journoliberta.com – Sejumlah aktivis hingga masyarakat sipil menghadiri acara peluncuran dan diskusi buku Aksi Kamisan yang berjudul Kamisan: Orang Silih Berganti, Aksi ini Tetap Berdiri di Aula HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Selasa (27/5). Selain diskusi buku, kegiatan ini juga turut diramaikan dengan berbagai rangkaian acara, seperti pameran foto, pertunjukan musik paduan suara, hingga sesi penandatanganan buku.

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Maria Catarina Sumarsih menilai Aksi Kamisan sebagai upaya keluarga korban kasus HAM dalam mengungkap kebenaran, mencari keadilan, merawat reformasi serta demokrasi. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak pernah berhenti menyuarakan kasus HAM melalui gerakan Aksi Kamisan.

“Ketika keadilan dan kebenaran susah didapat, maka banyak orang mendukung untuk gerakan penegakan hukum dan HAM dengan menyuarakannya,” ujar Sumarsih dalam diskusi buku Aksi Kamisan di Aula HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Selasa (27/5).

Sementara itu, Kreator Konten, Andovi Da Lopez berpesan kepada seluruh kreator konten untuk lebih berani dalam menyuarakan kasus HAM, baik yang terjadi di masa lalu maupun masa kini. Ia menilai masih banyak kreator konten yang takut bahkan tidak peduli terhadap permasalahan kasus pelanggaran HAM.

“Saya paham banyak orang takut bersuara, tapi tolong bagi teman-teman di dunia content creator yang paling penting jangan diam dan lawan juga jangan takut hilang pekerjaan,” tegas Andovi dalam diskusi buku Aksi Kamisan di Aula HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Selasa (27/5).

NEW GALFOT 3 SLIDE 3 6Di sisi lain, Penulis Buku Kamisan: Orang Silih Berganti, Dian Purnomo berharap bukunya bisa menyadarkan masyarakat bahwa masih banyak kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang belum dituntaskan oleh pemerintah. Ia merasa khawatir pemerintah sama sekali tidak mau menanggapi tuntutan masyarakat untuk menyelesaikan kasus.

“Masyarakat harus lebih aware tentang kamisan, bukan hanya kamisan tapi isu-isu pelanggaran HAM lain di Indonesia dan juga share isunya supaya lebih banyak orang yang tahu,” ujar Dian saat ditemui langsung di Aula HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Selasa (27/5).

Di samping itu, antusiasme pengunjung turut meramaikan acara diskusi ini. Salah satu pengunjung, Rayyan, mengungkapkan bahwa acara peluncuran buku Aksi Kamisan berhasil menarik perhatian para pecinta buku seperti dirinya. Selain itu, ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam untuk para korban pelanggaran HAM atas ketidakadilan yang hingga kini belum dituntaskan.

“Adanya aksi kamisan ini tentunya membuka mata kepada masyarakat untuk tahu kalau misalkan ada loh negara kita tuh kayak gini masih ada yang belum diurus gitu sih,” ujar Rayyan saat diwawancarai di Aula HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Selasa (27/5).

NEW GALFOT 3 SLIDE 4 6Lebih lanjut, Rayyan juga berharap Aksi Kamisan bisa terus dijalankan hingga para korban kasus HAM mendapat keadilan. Ia menilai pemerintah belum melakukan upaya yang maksimal untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di masa lalu.

“Semoga juga panjang umur perjuangan kepada teman-teman yang terus melawan dan juga untuk aksi kamisan semoga juga tidak pernah redup. Terus berjalan sampai kita menang,” harap Rayyan.

Senada dengan Rayyan, Dian berharap para korban pelanggaran HAM dapat segera mendapat keadilan yang sebenarnya. Ia mengajak masyarakat untuk tidak berhenti menyuarakan kebenaran yang harus ditegakkan.

“Harapanku semua orang bergerak, semua orang melawan gitu ya, Jadi bukan hanya berhenti di membaca buku ini, tetapi melakukan sesuatu bersama-sama, berorganisasi, jangan sendirian gitu, supaya kita tahu di sini melakukan protes itu semakin aman gitu,” pungkas Dian.

NEW GALFOT 3 SLIDE 5 6

Pos terkait