Mahasiswa UIN Jakarta Gemakan Suara Kemanusiaan untuk Palestina

WhatsApp2BImage2B2019 09 242Bat2B18.40.21

Journoliberta.com – Mahasiswa UIN Jakarta menyerukan aksi solidaritas untuk Palestina di Halte UIN Jakarta, Selasa (27/5). Aksi yang telah berlangsung damai ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti orasi, doa bersama, serta pertunjukan teatrikal.

Koordinator aksi, Muhammad Rafli menjelaskan kegiatan ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap penderitaan rakyat Palestina. Ia menekankan bahwa aksi ini berangkat dari semangat kemanusiaan yang melampaui batas agama.

“Dilaksanakannya aksi ini sebagai bentuk rasa kepedulian mahasiswa akan penderitaan yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Rafli saat diwawancarai via WhatsApp, Rabu (28/5).

Lebih lanjut, Rafli menambahkan bahwa aksi solidaritas untuk Palestina ini dirancang bersama mahasiswa yang memiliki tujuan yang sama. Ia berharap gerakan peduli kemanusiaan melalui ekspresi seni dapat membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mendukung kemerdekaan Palestina.

“Dalam pelaksanaan aksi ini kami mengumpulkan beberapa orang yang memiliki tujuan yang sama yaitu kepedulian terhadap Palestina dan kami memiliki sebuah gagasan untuk menjalankan aksi jumatan ini,” jelas Rafli.

Selain itu, Rafli juga mengatakan aksi tersebut dikomunikasikan secara intensif dengan pihak-pihak yang berwenang dan mendapat dukungan luas dari mahasiswa maupun kampus. Ia memastikan tidak ada hambatan selama pelaksanaan.

“Dan respon yang kami dapatkan terhadap aksi ini tidak ada yang berlebihan bahkan mendapatkan banyak dukungan dari pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap Palestina, baik dari pihak kampus maupun mahasiswa UIN Jakarta,” ujar Rafli.

Sebagai catatan, Rafli menambahkan bahwa isu Palestina perlu terus digaungkan karena tragedinya sudah berlangsung sangat lama. Ia juga menyoroti keberanian mahasiswa di berbagai belahan dunia, termasuk di Amerika Serikat yang rela mengambil risiko besar demi menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Maka berdirinya mahasiswa dalam pembelaan kemerdekaan Palestina itu sangatlah penting sebagai penanaman nilai-nilai kemanusiaan sejak dini. Alhamdulillah dalam pelaksanaannya sampai sekarang kami belum pernah mendapatkan tekanan sama sekali dari pihak manapun,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, anggota Amnesty UIN Jakarta, Yusriya menilai bahwa aksi solidaritas yang digaungkan oleh mahasiswa sebagai langkah konkret untuk menunjukkan empati terhadap rakyat Palestina. Ia menyebut aksi bela Palestina adalah bagian dari perjuangan hak asasi manusia.

“Kalau dari aku pribadi, itu tentu saja merupakan langkah yang sangat baik. Aksi itu menggambarkan bahwa mahasiswa Indonesia sudah mulai menunjukkan rasa solidaritas dan empatinya terhadap rakyat Palestina,” ujar Yusriya saat dihubungi lewat video call WhatsApp, Rabu (28/5).

Tidak hanya itu, Yusriya juga menyebut bahwa Amnesty telah lama mengawal isu ini dan menganggap konflik Israel–Palestina sebagai bentuk genosida. Meski aksi ini skalanya kecil, ia berharap pesan dan kesadaran yang dibawa dapat menyebar lebih luas ke masyarakat.

“Nah, aksi seperti ini bisa membangkitkan lagi semangat itu dan menyadarkan mereka akan pentingnya perjuangan ini. Khusus untuk kampus, sangat penting untuk menyediakan ruang aman bagi mahasiswa yang ingin berekspresi,” tandasnya.

Pos terkait