Journoliberta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta mengadakan kembali Festival Bandeng Rawa Belong di sepanjang Jalan Sulaiman, Sukabumi Utara, Jakarta Barat pada Sabtu (14/2). Festival ini memadukan tradisi Betawi dan Tionghoa serta menjadi ruang silaturahmi dan perputaran ekonomi warga.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Tahyudin Aditya menjelaskan, festival ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar etnis sekaligus menjaga tradisi leluhur. Ia menjelaskan, konsep festival terus dikembangkan agar relevan dengan zaman, seperti melibatkan generasi Z dan melakukan promosi melalui media sosial.

“Bertepatan dengan Imlek, masyarakat Betawi memberikan ikan bandeng kepada masyarakat Tionghoa sebagai bentuk akulturasi budaya dan penghormatan. Kita ingin nilai tradisi tetap terjaga dan bisa berjalan seimbang dengan hal-hal kekinian,” ujar Tahyudin saat diwawancarai di Festival Bandeng Rawa Belong, Sabtu (14/2).

Dari sisi ekonomi, festival ini dinilai membawa dampak signifikan. Tahyudin menjelaskan, omzet penjualan ikan bandeng pada tahun lalu mencapai Rp500 juta dan diperkirakan akan meningkat di tahun ini seiring bertambahnya jumlah pengunjung.

“Pendapatan terus meningkat, untuk tahun ini diperkiraan melampaui tahun lalu dengan melihat antusias warga yang datang. Festival ini bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan asing dan menambah sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Tahyudin.

Salah satu pedagang ikan bandeng, Nano, merasakan langsung peningkatan pendapatan dibanding hari biasa. Ia juga berharap, festival ini rutin dilaksanakan untuk melestarikan budaya Betawi dan meningkatkan kesejahteraan pedagang.
“Karena pengunjung ramai dan momennya mendukung, penghasilan juga meningkat. Saya berharap festival ini terus ada agar budaya Betawi maju dan kesejahteraan pedagang ikut meningkat,” ujarnya saat diwawancarai di Festival Bandeng Rawa Belong, Sabtu (14/2).

Sementara itu, warga asli Rawa Belong, Iis mengatakan, festival yang telah digelar selama dua tahun terakhir ini konsisten menampilkan kesenian Betawi. Menurutnya, tradisi ini penting dipertahankan agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya.
“Kami antusias karena warga Rawa Belong mayoritas Betawi. Bang Pitung, tokoh legendaris silat juga dari sini, jadi banyak keturunannya ikut meramaikan dan melestarikan tradisi.” ujar Iis saat diwawancarai di Festival Bandeng Rawa Belong, Sabtu (14/2).
