Foto: TMII Unjukkan Pesona Tradisi Ogoh-ogoh Jelang Hari Raya Nyepi

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

Journoliberta.com – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengadakan Pawai Ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi, Sabtu (22/3). Pawai bertemakan Kala Rau tersebut menampilkan satu ogoh-ogoh besar serta sepuluh ogoh-ogoh kecil yang didatangkan langsung dari Bali.

Salah satu panitia pawai, Ari Prasetyo mengungkapkan, bahwa Pawai Ogoh-ogoh diselenggarakan untuk kedua kalinya di TMII. Selain itu, ia juga menyebutkan jumlah pengunjung Pawai Ogoh-ogoh tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini adalah kegiatan kedua kita lakukan di Taman Mini. Alhamdulillah, animo masyarakat cukup tinggi dibanding tahun lalu lebih ramai, lebih banyak ogoh-ogohnya tahun ini tapi nanti tahun depan kita upayakan acaranya lebih baik lagi lebih megah lagi,” ujar Ari saat diwawancarai di depan Plaza Kori Agung, Sabtu (22/3).

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Jakarta, Yudhi Arnawa menjelaskan makna dari kegiatan Pawai Ogoh-ogoh tersebut. Ia menjelaskan ogoh-ogoh merupakan bentuk representasi sifat-sifat negatif yang berada dalam diri manusia.

“Menjadi simbol bagaimana kita mengendalikan sifat-sifat yang negatif dalam diri itu disimbolkan melalui ogoh-ogoh, nanti setelahnya kita bakar,” jelas Yudhi saat diwawancarai di depan Plaza Kori Agung, Sabtu (22/3).

41Lebih lanjut, ia juga menjelaskan makna dari tema yang diangkat yaitu Kala Rau. Ia menerangkan bahwa Kala Rau merupakan sosok raksasa yang diceritakan dalam mitologi kepercayaan Hindu Bali dengan wujud kepala tanpa badan.

“Kala Rau itu adalah diawali dengan pencarian tirta amerta, ini (Kala Rau) salah satu raksasa yang masuk dalam pencarian itu, akhirnya diketahui sosok itu hanya tersisa leher saja,” lanjut Yudhi.

Di samping itu, Yudhi berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa saling menghargai dan toleransi antar umat beragama. Diketahui, Hari Raya Nyepi tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

“Kita berharap kita saling menghormati, toleransi antar umat beragama ini, hal ini sangat kita butuhkan untuk kedamaian dan kesejahteraan Indonesia,” harap Yudhi.

51Di sisi lain, salah satu pengunjung Pawai Ogoh-ogoh, Ogi mengaku sangat antusias dengan adanya kegiatan Pawai Ogoh-ogoh di TMII. Ia mengatakan tidak perlu jauh-jauh berangkat ke Bali untuk bisa menyaksikan pawai ini.

“Kalau kita ke Bali jauh ya dari waktunya juga segala macam, waktu itu kan rencananya tahun ini mau berangkat tapi kan gak jadi. Terus ngeliat ada event di sini, sayang banget kalau dilewatin,” ujar Ogi saat diwawancarai di depan Plaza Kori Agung, Sabtu (22/3).

Tak hanya itu, Ogi juga mengatakan, bahwa budaya ogoh-ogoh harus diperkenalkan terutama kepada anak-anak. Namun, ia sendiri sebagai orang tua mengakui belum terlalu mengenali lebih dalam terkait budaya ogoh-ogoh.

“Kalau dari segi budayanya, memang harus dikenalin ke anak-anak cuman balik lagi saya sebagai orang tua belum mendalami banget, apa sih ogoh-ogoh itu,” pungkasnya.

61

Pos terkait