IKALUIN Gelar Webinar Kudeta Taliban terhadap Afghanistan

WhatsApp2BImage2B2021 08 262Bat2B13.41.31

Foto: Journo Liberta/Ridho Hatmanto

JOURNOLIBERTA.COM – Ikatan
Alumni UIN Jakarta (IKALUIN) menggelar webinar bertajuk “Meneropong Nasib
Afghanistan di Bawah Taliban dan Implikasinya terhadap Indonesia”, Kamis
(26/8/2021). Webinar yang dilaksanakan secara daring ini membahas tentang
perebutan pemerintahan Afghanistan oleh Taliban, serta dikaitkan dengan
implikasinya terhadap Indonesia dan dilihat dari perspektif peran wanita.

Webinar ini menghadirkan Mantan Wakil Menteri Luar
Negeri RI, Fachir; Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Dwi
Rubiyanti Khalifah; Wartawan Senior Kompas, Trias Kuncahyono; dan Dekan FISIP
UIN Jakarta, Ali Mumhani; serta warga negara Afghanistan yang tinggal di sana,
Ali Soroosh.

Pada webinar tersebut Ali Soroosh menjelaskan situasi
terkini di Afghanistan, ia menyebutkan kondisi di sana masih terkendali, tetapi
ada sedikit kerusuhan yang ditimbulkan akibat kepanikan masyarakat. Ali
melanjutkan, di Afghanistan saat ini masih terjadi vacum of power atau
kekosongan kekuasaan. 

Sementara itu, Fachri menyebut bahwa Amerika masih
menjalin hubungan dengan Afghanistan dikarenakan Taliban memiliki eksistensi
dari segi diplomasi dan masa depan Afghanistan, dibuktikan dengan pengakuan
Amerika dan China. Selain itu, Fachri menjelaskan bahwa negara pertama yang
mengakui Taliban adalah Pakistan, dan tantangan terbesar Taliban saat ini
adalah mencari legitimasi atau membangun citra baru. 

“Negara pertama yang mengakui Taliban adalah
Pakistan, dan tantangan terbesar Taliban saat ini adalah mencari legitimasi
atau membangun citra baru,” ujar Fachri. 

Di sisi lain, Trias Kuncahyono memberikan pendapatnya
terkait faktor internal dan eksternal dari keberhasilan Taliban mengkudeta pemerintahan
Asrhaf Ghani, Presiden Afghanistan. Menurutnya, faktor eksternal dipengaruhi
oleh perundingan Doha yang menyatakan bahwa Doha menjadi mediator atas
eksistensi Taliban. Sedangkan pada faktor internal, kata Trias, prinsip
perjuangan Taliban adalah surga.

“Prinsip perjuangan Taliban adalah jannah (Surga),
hal tersebut berbanding terbalik dengan (tentara) Afghanistan,” kata
Trias.


(Ridho Hatmanto)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *