| Istimewa |
Penulis: Hasanah
Pusat Pengkajian
Komunikasi dan Media (P2KM) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom)
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengadakan
diskusi perdananya pada Selasa, 2/6/2020 lewat Aplikasi Zoom Meeting. Diskusi
yang mengundang pembicara utama Guru Besar Fidikom UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, Andi Faisal Bakti, mengangkat Tema Islamic Communication
“Paradigma Baru Integrasi Keilmuan Dakwah dengan Komunikasi”.
Pusat Pengkajian
Komunikasi dan Media (P2KM) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom)
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengadakan
diskusi perdananya pada Selasa, 2/6/2020 lewat Aplikasi Zoom Meeting. Diskusi
yang mengundang pembicara utama Guru Besar Fidikom UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, Andi Faisal Bakti, mengangkat Tema Islamic Communication
“Paradigma Baru Integrasi Keilmuan Dakwah dengan Komunikasi”.
Diskusi ini diadakan dengan
tujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya dalam kajian komunikasi
Islam yang dirasa belum cukup maksimal dalam pengintegrasiannya.
tujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya dalam kajian komunikasi
Islam yang dirasa belum cukup maksimal dalam pengintegrasiannya.
Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), integrasi adalah suatu pembaharuan hingga menjadi
kesatuan yang utuh atau bulat; yang
dalam hal ini jika ditinjau secara akademisi, maka sejatinya dakwah Islam dapat
diintegrasikan dengan ilmu komunikasi, menjadi sebuah komunikasi baru yaitu
komunikasi islam atau islamic communication. Suatu perpaduan dua
keilmuan yang menjadi paradigma baru dalam menyampaikan pesan-pesan atau
gagasan.
Bahasa Indonesia (KBBI), integrasi adalah suatu pembaharuan hingga menjadi
kesatuan yang utuh atau bulat; yang
dalam hal ini jika ditinjau secara akademisi, maka sejatinya dakwah Islam dapat
diintegrasikan dengan ilmu komunikasi, menjadi sebuah komunikasi baru yaitu
komunikasi islam atau islamic communication. Suatu perpaduan dua
keilmuan yang menjadi paradigma baru dalam menyampaikan pesan-pesan atau
gagasan.
Hal ini sebagaimana
dijelaskan oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis bahwa semua
ilmu bersumber dari Allah, sehingga bisa disatukan dan saling dikaitkan satu
sama lain.
dijelaskan oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis bahwa semua
ilmu bersumber dari Allah, sehingga bisa disatukan dan saling dikaitkan satu
sama lain.
“Menambahkan
suatu ayat dalam keilmuan merupakan sumber yang valid bila dikaitkan dengan era
modern seperti sekarang ini,” terang Amany, saat memberi sambutannya.
suatu ayat dalam keilmuan merupakan sumber yang valid bila dikaitkan dengan era
modern seperti sekarang ini,” terang Amany, saat memberi sambutannya.
Selain itu, Amany juga
menambahkan bahwa integrasi tidak harus dilakukan dengan keilmuan baru, melainkan bisa juga dengan menggunakan
keilmuan yang sudah ada sebelumnya.
menambahkan bahwa integrasi tidak harus dilakukan dengan keilmuan baru, melainkan bisa juga dengan menggunakan
keilmuan yang sudah ada sebelumnya.
“Integrasi dalam
hal ini ialah menggunakan keilmuan yang sudah ada dan bukan keilmuan yang baru,”
tambahnya.
hal ini ialah menggunakan keilmuan yang sudah ada dan bukan keilmuan yang baru,”
tambahnya.
Andi Faisal Bakti berpandangan
bahwa, dalam era digital seperti
sekarang dakwah sudah semestinya dikembangkan, yaitu dengan cara mengintegrasikannya
dengan ilmu komunikasi. Sehingga, hal tersebut dapat memudahkan para da’i dalam
menyampaikan pesan pesan keislamannya.
bahwa, dalam era digital seperti
sekarang dakwah sudah semestinya dikembangkan, yaitu dengan cara mengintegrasikannya
dengan ilmu komunikasi. Sehingga, hal tersebut dapat memudahkan para da’i dalam
menyampaikan pesan pesan keislamannya.
“Para ilmuwan
dakwah harus memahami konteks budaya yang sedang berkembang saat ini. Sehingga
dakwah menjadi relevan dan diterima oleh publik baik saat offline maupun
online,” terang Andi Faisal.
dakwah harus memahami konteks budaya yang sedang berkembang saat ini. Sehingga
dakwah menjadi relevan dan diterima oleh publik baik saat offline maupun
online,” terang Andi Faisal.
Rencananya P2KM akan
melakukan diskusi seperti ini secara bulanan dengan tema yang berbeda. Karna melihat
banyaknya antusiasme publik yang mendaftar serta peserta yang tidak hanya datang dari civitas akademika UIN
Jakarta, melainkan dari berbagai kampus dan institusi diberbagai daerah di Indonesia,
seperti Aceh, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Jawa Timur, Kalimantan, dan, Sulawesi Selatan.
melakukan diskusi seperti ini secara bulanan dengan tema yang berbeda. Karna melihat
banyaknya antusiasme publik yang mendaftar serta peserta yang tidak hanya datang dari civitas akademika UIN
Jakarta, melainkan dari berbagai kampus dan institusi diberbagai daerah di Indonesia,
seperti Aceh, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Jawa Timur, Kalimantan, dan, Sulawesi Selatan.
“Kami berharap langkah awal ini bagian dari pengembangan keilmuan dakwah dan komunikasi yang coba kami tawarkan kepada publik. Sehingga, dalam pengembangannya keilmuan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, terlebih civitas akademika yang mendalami keilmuan dakwah dan komunikasi,” ungkap Direktur Eksekutif P2KM UIN Jakarta, Deden Mauli Derajat, yang juga menjadi moderator dalam acara ini.
