Goethe Institut bekerjasama dengan
Galeri Foto Jurnalistik Antara mengadakan pameran fotografi berjudul “Kota
Tentang Kebangkitan Dan Keruntuhan (Die Stadt Vom Werden Und Vergehen)” di
gedung A dan C Galeri Nasional. Foto-foto yang dipamerkan adalah hasil karya
dari delapanbelas fotografer OSTKREUZ, agensi foto di Jerman. Mereka menyebar
ke 22 kota di dunia untuk memperlihatkan kebangkitan dan keruntuhan di
kota-kota tersebut.
Galeri Foto Jurnalistik Antara mengadakan pameran fotografi berjudul “Kota
Tentang Kebangkitan Dan Keruntuhan (Die Stadt Vom Werden Und Vergehen)” di
gedung A dan C Galeri Nasional. Foto-foto yang dipamerkan adalah hasil karya
dari delapanbelas fotografer OSTKREUZ, agensi foto di Jerman. Mereka menyebar
ke 22 kota di dunia untuk memperlihatkan kebangkitan dan keruntuhan di
kota-kota tersebut.
Kebangkitan terlihat jelas pada
foto-foto karya Thomas Meyer yang memperlihatkan pesatnya pembangunan dan
kebangkitan kota Dubai. Portrait lelah dan muram wajah-wajah para penghuni Kota
Elektronik karya Pepa Hristova, menggambarkan kebalikan semangat penghuni kota
Tokyo yang bersemangat dan tanpa lelah. Foto-foto karya Frank Schinski yang
menampilkan keganjilan-keganjilan pada kehidupan wajar di kota Moskow. Selain
foto-foto dari fotografer OSTKREUZ, di pameran itu juga terdapat foto-foto
karya fotografer Indonesia, Fanny Octavianus.
foto-foto karya Thomas Meyer yang memperlihatkan pesatnya pembangunan dan
kebangkitan kota Dubai. Portrait lelah dan muram wajah-wajah para penghuni Kota
Elektronik karya Pepa Hristova, menggambarkan kebalikan semangat penghuni kota
Tokyo yang bersemangat dan tanpa lelah. Foto-foto karya Frank Schinski yang
menampilkan keganjilan-keganjilan pada kehidupan wajar di kota Moskow. Selain
foto-foto dari fotografer OSTKREUZ, di pameran itu juga terdapat foto-foto
karya fotografer Indonesia, Fanny Octavianus.
Sebanyak 150 karya yang
dipamerkan dapat dilihat dari 24 Januari hingga 7 Februari 2014 pada pukul
10.00-20.00 WIB. Selain
itu,
juga diadakan diskusi bersama Fanny Octavianus, Jorg Bruggemann, Marco
Kusumawijaya, dan Oscar Motuloh pada 1 Februari 2014.
Fotografer: Hanggi Tyo



