Penulis: Alma Almeria
Kini restoran tidak hanya memperhatikan
kelezatan makanan yang disajikan saja, namun juga saling berlomba dalam
keindahan dekorasi dan keunikan tempat untuk menarik perhatian pengunjung.
Seperti Kafe Insomniak, yang terletak di Jl. Tarumanegara, Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Kafe ini telah berdiri selama tiga
tahun, tepatnya pada 24 Februari 2017.
dengan kafe lainnya, sederhana dengan kursi dan meja kayu. Berbeda dari kafe pada umumnya, kafe ini menyediakan panggung publik yang terletak pada sisi kiri dan
sering diisi untuk kegiatan para komunitas. Komunitas yang pernah tampil di
panggung publik ini antara lain adalah komunitas Stand-Up Comedy dari UIN
Jakarta, kegiatan bedah buku, Komunitas Ruang Sandi yang dihadiri langsung oleh
Sandiaga Uno, diskusi bersama Fachri Hamzah, Dapur Seni dan masih banyak
lainnya.
di kafe ini untuk para komunitas hanyalah dengan minimal pemesanan makanan yang
sudah dipatok oleh kafe, maka komunitas sudah bisa memakainya tanpa biaya
tambahan.
itukan gratis ya buat yang udah sering kerjasama, kalau pun ada komunitas baru
yang mau pakai cuma minimal order aja,” Tandasnya.
buku berjejer di sebelah kanan dinding yang telah disediakan untuk para
pengunjung. Sedangkan dinding bagian atas dipenuhi mural berisi kata-kata
motivasi dan sarkasme, salah satu tulisan yang paling menarik adalah ‘Ngomel di
Sosial Media Adalah Kebodohan Yang Dipelihara’.
kekinian yang pasti akan disukai para muda-mudi. Yakni adanya panggung live music yang
terletak di bagian dalam ruangan, lengkap dengan stand untuk microphone serta
kursi dan gitar akustik. Tak menghilangkan identitasnya sebagai
tempat makan, Kafe Insomniak juga menyediakan beragam menu dengan harga terjangkau dan
nama-nama yang unik.
Seperti Geprek di Kosan yang dibanderol dengan harga paling
murah Rp. 12.000 sampai Rp. 14. 000. Sedangkan untuk menu kopi, ada Kopi Nusantara (Sidikalang/ Gayo/
Mandhailing) dengan harga Rp. 13.000 dan Kopi Susu Nusantara dengan harga Rp.
15.000 saja. Selain itu, juga terdapat ayam goreng, pisang, roti dan jus.
Pangabean, Insomniak adalah sebutan bagi orang yang senang tidur sampai larut
malam. Selain itu, juga para insomniak sudah sangat dikenal dengan kecintaannya terhadap kopi. Tepatlah maka nama Insomniak untuk
Kafe yang tutup pada pukul 02:00 dini hari.
Insomniak. Artinya orang orang yang suka begadang dan identik sama kopi
gitu,” Jelasnya.
yang mana mereka adalah sahabat dekat. Namun lambat laun satu per satu dari
mereka mulai memiliki kesibukannya masing-masing, hingga pada akhirnya saham
penuh dipegang oleh Zulfadly Panggabean. Ia tak sendiri, dengan menggandeng satu partner bernama Fariduddin Attar yang bertugas untuk
mengatur menu makanan yang disediakan.
dalam membuat konsep yang bertema komunitas dan kebaikan ini diawali dengan
kisahnya dulu sebagai mahasiswa yang kesulitan mencari tempat untuk berkumpul
bersama komunitas atau sekedar untuk berdiskusi. Sebab kebanyakan kafe tidak
menyediakan fasilitas untuk itu semua.
tempat untuk diskusi juga kumpul sama komunitas, makanya kepikiran buat konsep
kafe kaya gini” jelasnya.
ramai, membuktikan bahwa ketertarikan pengunjung sangat besar terhadap konsep
dan tema baru yang dibuat oleh Insomniak.
Salah satu pengunjung,
Halim, mengungkapkan konsep kafe seperti ini yang sangat dicari pengunjung
terlebih mahasiswa sepertinya.
“Ini sih bagus banget ya, biasanya makin
malem makin rame gitu, belum lagi kalo ada acara dari komunitas atau bedah
buku, kerennya juga sound dipasang di luar dan di dalem bisa buat diskusi tanpa
keganggu sama music,” tutupnya.
