Kumpul Santai dan Diskusi di Kafe Insomniak

WhatsApp2BImage2B2020 02 292Bat2B2.46.432BPM



Penulis: Alma Almeria


Kini restoran tidak hanya memperhatikan
kelezatan makanan yang disajikan saja, namun juga saling berlomba dalam
keindahan dekorasi dan keunikan tempat untuk menarik perhatian pengunjung.
Seperti Kafe Insomniak, yang terletak di Jl. Tarumanegara, Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Kafe ini telah berdiri selama tiga
tahun, tepatnya pada 24 Februari 2017.


Jika dilihat dari luar tampak tidak berbeda
dengan kafe lainnya, sederhana dengan kursi dan meja kayu. Berbeda dari kafe pada umumnya, kafe ini menyediakan panggung publik yang terletak pada sisi kiri dan
sering diisi untuk kegiatan para komunitas. Komunitas yang pernah tampil di
panggung publik ini antara lain adalah komunitas Stand-Up Comedy dari UIN
Jakarta, kegiatan bedah buku, Komunitas Ruang Sandi yang dihadiri langsung oleh
Sandiaga Uno, diskusi bersama Fachri Hamzah, Dapur Seni dan masih banyak
lainnya.

Adapun prosedur penyewaan panggung publik
di kafe ini untuk para komunitas hanyalah dengan minimal pemesanan makanan yang
sudah dipatok oleh kafe, maka komunitas sudah bisa memakainya tanpa biaya
tambahan.

“Untuk memakai (panggung publik)
itukan gratis ya buat yang udah sering kerjasama, kalau pun ada komunitas baru
yang mau pakai cuma minimal order aja,” Tandasnya.

Bila kita masuk lebih dalam, akan terlihat
buku berjejer di sebelah kanan dinding yang telah disediakan untuk para
pengunjung. Sedangkan dinding bagian atas dipenuhi mural berisi kata-kata
motivasi dan sarkasme, salah satu tulisan yang paling menarik adalah ‘Ngomel di
Sosial Media Adalah Kebodohan Yang Dipelihara’.

Kafe ini tetap menyuguhkan fasilitas
kekinian yang pasti akan disukai para muda-mudi. Yakni adanya panggung live music yang
terletak di bagian dalam ruangan, lengkap dengan stand untuk microphone serta
kursi dan gitar akustik. 
Tak menghilangkan identitasnya sebagai
tempat makan, Kafe Insomniak juga menyediakan beragam menu dengan harga terjangkau dan
nama-nama yang unik. 



Seperti Geprek di Kosan yang dibanderol dengan harga paling
murah Rp. 12.000 sampai Rp. 14. 000. Sedangkan untuk menu kopi,
 ada Kopi Nusantara (Sidikalang/ Gayo/
Mandhailing) dengan harga Rp. 13.000 dan Kopi Susu Nusantara dengan harga Rp.
15.000 saja. 
Selain itu, juga terdapat ayam goreng, pisang, roti dan jus.

Menurut pemilik Insomniak, Zulfadly
Pangabean, Insomniak adalah sebutan bagi orang yang senang tidur sampai larut
malam. Selain itu, juga para insomniak sudah sangat dikenal dengan kecintaannya terhadap kopi. Tepatlah maka nama Insomniak untuk
Kafe yang tutup pada pukul 02:00 dini hari.

“Ya kan Insomnia dan Maniak, jadi
Insomniak. Artinya orang orang yang suka begadang dan identik sama kopi
gitu,” Jelasnya.

Kafe ini awalnya didirikan oleh empat orang
yang mana mereka adalah sahabat dekat. Namun lambat laun satu per satu dari
mereka mulai memiliki kesibukannya masing-masing, hingga pada akhirnya saham
penuh dipegang oleh Zulfadly Panggabean. Ia tak sendiri, dengan menggandeng satu partner bernama Fariduddin Attar yang bertugas untuk
mengatur menu makanan yang disediakan. 

Zulfadly menjelaskan bahwa motivasinya
dalam membuat konsep yang bertema komunitas dan kebaikan ini diawali dengan
kisahnya dulu sebagai mahasiswa yang kesulitan mencari tempat untuk berkumpul
bersama komunitas atau sekedar untuk berdiskusi. Sebab kebanyakan kafe tidak
menyediakan fasilitas untuk itu semua.

“Dulu waktu aku kuliah, susah gitu cari
tempat untuk diskusi juga kumpul sama komunitas, makanya kepikiran buat konsep
kafe kaya gini” jelasnya.

Menjelang malam tempat ini akan semakin
ramai, membuktikan bahwa ketertarikan pengunjung sangat besar terhadap konsep
dan tema baru yang dibuat oleh Insomniak.


Salah satu pengunjung,
Halim, mengungkapkan konsep kafe seperti ini yang sangat dicari pengunjung
terlebih mahasiswa sepertinya. 



“Ini sih bagus banget ya, biasanya makin
malem makin rame gitu, belum lagi kalo ada acara dari komunitas atau bedah
buku, kerennya juga sound dipasang di luar dan di dalem bisa buat diskusi tanpa
keganggu sama music,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *