Pemilwa Jujur Hanya Angan-angan

LPM2BJourno2BLiberta2Bon2BInstagram 2B Malam2Bini2BKotak2528JPG2529

 

Ilustrasi: Arsip Journo Liberta

JOURNOLIBERTA.COM
Tagar #pemilwajujur tampaknya kembali jadi angan-angan dalam
penyelenggaraan Pemilihan Mahasiwa (Pemilwa) di UIN Jakarta tahun ini. Pemilwa
yang kedua kalinya dilakukan dengan sistem e-voting
ini dinodai oleh sejumlah insiden permintaan akses akun email mahasiswa,
baik dilakukan oleh perorangan maupun anggota suatu organisasi. Seperti
diketahui, untuk dapat memilih pada Pemilwa tahun ini dengan sistem e-voting, calon pemilih harus menggunakan akun email mahasiswa
untuk akses masuk.

Sehari menjelang pemungutan suara, seorang mahasiswa
anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendapat pesan WhatsApp dari HM, yang merupakan satu
organisasi dengannya. Lewat pesan itu ia dimintai data akun mahasiswa berupa
nama, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), dan email mahasiswa. Dalam pesan tersebut HM
mengaku ditugaskan oleh tim pemenangan organisasinya. Namun, saat dimintai
konfirmasi HM menyangkal pesan tersebut.

“Saya ga pernah
minta email beserta password ya.
Siapapun yang mengatakan itu dia sudah berbohong,” ujar HM saat dihubungi pada
Selasa (1/11), pagi.

Masih dalam organisasi yang sama, EAP dalam grup WhatsApp
menyarankan bagi penghuni grup yang email mahasiswanya belum aktif agar
mengaktifkannya. Pada pesan selanjutnya, EAP meminta penghuni grup yang email
mahasiswanya sudah aktif untuk mengisi daftar dengan mencantumkan email berikut
password-nya. Saat ditanya mengenai
hal ini pada Selasa (1/11), EAP tidak menjawab.

Terkait hal itu, Kepala Bidang Organisasi Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah, Muhammad Fuad, mengaku baru mengetahui adanya pesan tersebut.
Fuad menegaskan bahwa tidak ada instruksi dari IMM terkait permintaan data akun
mahasiswa terhadap kadernya.

“Kita dari cabang dan komisariat tidak ada menginstruksikan
hal itu. Itu di luar dari pantauan kita. Mungkin itu mis-komunikasi karena memang dari kita tidak ada yang meminta email
apalagi password, karena kita sangat
menjaga privasi kader kita,” tutup Fuad saat dihubungi lewat sambungan telepon
pada Selasa (1/11).

Rentan
Kecurangan

Sejumlah oknum yang meminta akses email mahasiswa lewat
aplikasi olah pesan juga telah terjadi jauh sebelum pemungutan suara. Salah
satunya adalah maraknya Google Formulir (G-Form) yang meminta pengisinya untuk
menulis email mahasiswa UIN Jakarta beserta kata sandinya.

Menurut Admin Academic Information System (AIS), Yusuf,
saat dihubungi pada Senin (23/11), selama G-form itu dikeluarkan oleh uinjkt.ac.id
berarti itu resmi dari UIN Jakarta. Namun, G-form yang banyak beredar di media
sosial bukanlah G-Form yang dikeluarkan langsung oleh UIN Jakarta.  

Salah satu penyebar G-Form tersebut adalah SM,
mahasiswi dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom). Dalam sebuah pesan, SM
meminta kesediaan penerima pesan untuk memperbarui email mahasiswanya melalui
tautan resmi dari UIN Jakarta. Di sisi lain, SM juga meminta penerima pesan
untuk mengisi tautan yang kedua yang merupakan G-Form tidak resmi dari UIN
Jakarta, serta memohon doa dan dukungan untuk maju pada kontestasi Pemilwa kali
ini. 

Masih di fakultas yang sama, ada sebuah pesan yang
berisi permintaan agar penerima pesan kiranya berkenan memberikan akun email
mahasiswa. Pengirim pesan tersebut juga berjanji akan bertanggung jawab jika
terjadi hal yang tidak diinginkan.

Setelah ditelusuri, ternyata pesan tersebut berasal
dari HN, mahasiswa Fidikom. Namun, saat dimintai klarifikasi terkait pesan tersebut pada Selasa
(24/11) lalu, HN tidak mau menanggapi dengan alasan untuk meminimalisasi
meluasnya fitnah dan konflik. HN juga memastikan bahwa ia tidak melakukan hal
yang salah dan melanggar UU ITE ataupun aturan terkait Pemilwa.

Journo
Liberta
telah mengirim pesan kepada Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM)
dan Badan Pengawas Pemilihan Mahasiswa (BPPM) terkait penyelenggaraan dan
pelanggaran Pemilwa tahun ini. Namun, hingga berita ini dimuat Journo Liberta tidak memperoleh balasan.[]

(Johan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *