JOURNOLIBERTA.COM – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta tengah merancang rencana revitalisasi fasilitas kampus pada akhir tahun 2023. Kegiatan ini merupakan langkah awal menuju modernisasi sekaligus penstrukturan gedung agar lebih tertata.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Fita Fathurokhmah, menyampaikan bahwa peralihan mushola Lantai 5 menjadi smart class adalah upaya pertama dalam revitalisasi tersebut.
“Terkait smart class di Lantai 5 yang tadinya mushola judulnya revitalisasi fasilitas di FDIKOM dengan penambahan item fungsional, jadi bukan dihilangkan tapi direvitalisasi,” ungkapnya pada Selasa (5/12/2023).
Mengenai alasan dari adanya revitalisasi ini Fita membantah karena bukan adanya pergantian kepemimpinan, melainkan untuk melanjutkan target dari kepemimpinan sebelumnya.
“Tentu jawabannya adalah bukan karena pergantian kepemimpinan. Ada tongkat estafet kepemimpinan dalam manajemen organisasi itu betul, tetapi dari kepemimpinan dekanat yang dulu dan sekarang tentu melanjutkan target yang harus dicapai dari berbagai aspek,” ucapnya.
Salah satu alasan diadakan revitalisasi adalah adanya program kerja rektor yang ingin memajukan kampus dalam skala internasional.
“Kita sebagai tusi (tugas dan fungsi) pelaksana dari program kerja rektor, salah satunya adalah internasionalisasi dan digitalisasi di kampus yang diimplementasikan dalam ranah fakultas,” ujarnya.
Dalam mengupayakan internasionalisasi kampus, berbagai aspek akademik harus dievaluasi secara bertahap sesuai dengan standar internasional. Fita mengungkapkan bahwa terdapat sebelas standar yang harus dipenuhi, salah satunya adalah fasilitas smart class.
“Smart classroom juga termasuk. Artinya adalah kelas yang dapat digunakan secara online dan offline (hybrid). Bukan hanya wifi saja yang tersedia, tetapi juga perangkat teknologi khusus seperti smart tv, komputer, kamera recording, hingga ruangan kedap suara,” jelasnya lebih lanjut.
Adanya smart class ini selain ditujukan untuk program internasionalisasi kampus juga untuk memfasilitasi mata kuliah di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang membutuhkan praktek.
“Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi itu kan dua rumpun integrasi keilmuan, yaitu dakwah dan ilmu komunikasi. Nah ilmu komunikasi kan ilmu terapan banyak. Smart class itu ditujukan juga untuk mata kuliah-mata kuliah yang memang praktek. Jadi, nanti di-smart class ini bisa membuat konten kreatif,” tutur Fita.
Lebih lanjut, adanya peralihan mushola di Lantai 5 FDIKOM menjadi smart class merupakan bagian dari penataan lantai agar tiap lantainya lebih tertata dan senada.
“Kita ingin mem-branding fakultas dakwah untuk positioning lantai perlantai punya branding masing-masing. Jadi, nanti branding-nya fasilitas dakwah di lantai satu ada lobby, taman literasi, ruang dan mushola dosen serta mahasiswa. Lantai dua branding-nya dekanat dan staff TU, ada meeting room juga yang sekarang sudah dilengkapi dengan smart TV. Lantai tiga ada kaprodi, DNK dan juga RDK. Kemudian, di lantai tujuh nantinya akan difokuskan untuk pusat kajian,” jelasnya.
Mahasiswa Jurnalistik semester 3, Ardluansyah, mendukung adanya revitalisasi ini dengan harapan dapat menguntungkan mahasiswa tanpa ada yang dirugikan.
“Bagus sih, untuk nambahin ruangan kalau ada acara penting. Tapi agak keberatan juga kalau mushola Lantai 5 direvitalisasi karena jadi harus ke student center untuk salat. Semoga revitalisasi ini dapat menguntungkan mahasiswa dan tidak merugikan pihak lain,” pungkasnya.
Reporter: Oktaviani Rizki Handayani dan Siti Nurhaliza Safitri
Editor: Putri Nadhila