Sehat Sejak Usia Dini Bersama Gantarvelocity

IMG 20170723 WA0000

“Hai Audi come on berdiri yuk,” ucap Tarsono sang pelatih mencoba merayu
Audi yang saat itu terlihat malas untuk berlatih. “Audi bisa terbang loh
seperti batman,” pelatih terus mencoba menggoda sambil mengendong Audi
seolah-olah ia menjadi Batman.

Pagi itu, Rabu (19/7), Audi adalah satu
di antara 10 balita lain yang sedang berlatih, bersama pelatih dari
Gantarvelocity. Dengan kehadiran anak-anak itu, salah satu tempat latihan
lapangan tenis di bilangan Cipete, terasa sangat ramai karena keceriaan balita
ini.

Latihan dimulai dengan gerakan yang
disebut lompat semangat. “Lompat semangat. Seeeeee… Mangattttt…,”
teriakan keempat pelatih secara kompak, Disambut dengan teriakan dan loncatan
yang tinggi oleh balita ini. Dilanjuti latihan inti dengan berbagai variasi meloncat,
mulai dari meloncati lingkaran , meloncati cone yang dialasi dengan
matras dan loncat dengan satu maupun dua kaki. Selain meloncat, ada pula gerakan
zig-zag, merangkak memasuki terowongan kecil, melempar panah kedalam lubang, hingga
berjalan di titian yang terbuat dari gabus.

Gantarvelocity merupakan salah satu
profesi dalam bidang kepelatihan yang berfokus dalam bidang olahraga  seperti pelatihan lari jarak jauh,
peningkatan kondisi fisik dan pelatihan individual skill (renang, bela diri, sport
dance
dan lain-lain). Kids athletic hadir berkat permintaan client
yang menginginkan anaknya aktif dalam bergerak dengan metode latihan yang
menyenangkan dan mengedepankan interaksi antar anak.

“Kesadaran dari masyarakat sudah mulai
sadar bahwa perkembangan gerak dasar sudah sangat penting. Atletik, aquatik
(aktivitas air), gymnastic (senam) 3 kompenen dasar yang bisa dilatih sejak
dini itu yang membuat perkembangan motorik anak jadi bagus,” kata Tarsono. “Gantarvelocity
dengan staf pelatih yang berlatar belakang dari Pendidikan Kepelatihan Fakultas
Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta dan menguasai bidangnya, mencoba
fasilitasi masyarakat atas permintaan masyarakat tentang gerak dasar itu mulai
dari dikenalnya kids athletic,” tambahnya

Atletik merupakan gabungan dari beberapa
jenis olahraga yang memiliki tiga cabang yaitu lempar, lari dan lompat. Program
Kids Athletics diaplikasikan dengan menyerupai nomor atletik, seperti
lempar lembing diubah dengan lempar turbo, lompat menjadi lompat kecil dengan cone
dan lari tidak banyak yang berubah.

Aktifitas fisik yang dilakukan sejak
dini dapat menjadikan anak tumbuh sehat dan memiliki tulang yang kuat. “Kegiatan
ini dapat memperkuat otot anak, namun umur balita itu tulangnya masih lunak, kita
juga bikin setiap permainan  masih beralaskan
dengan matras. Karena sangat riskan sekali, Karena otot-otot lunaknya masih rentan
kalau kena benturan apapun,” tutur Nuraulia Intifadhah, yang juga hadir melatih
hari itu.
           
KENAPA
HARUS OLAHRAGA?
Dalam
Jurnal Ilmiah yang ditulis oleh salah satu pengajar Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Yogyakarta, yaitu Endang Rini Sukamti, MS, berjudul Perkembangan
Motorik Kasar Anak Usia Dini Sebagai Dasar Menuju Prestasi Olahraga mengatakan
usia dini merupakan kesempatan bagi anak untuk belajar, sehingga disebut dengan
usia emas (golden age). Pada usia ini
anak mempunyai kesanggupan untuk belajar yang luar biasa khususnya pada masa
kanak-kanak awal.
Motorik
kasar adalah gerakan tubuh menggunakan otot-otot besar. Perkembangan aspek
motorik kasar sama pentingnya dengan perkembangan yang lain, anggapan yang
mengatakan jika motorik kasar akan otomatis mengikuti perkembangan usia anak,
merupakan anggapan yang keliru.
“Perkembangan
motorik dasar perlu adanya bantuan dari pendidik di Lembaga Pendidikan usia
dini yaitu dari sisi apa yang dibantu, bagaimana membantu yang tepat, bagaimana
jenis latihan yang aman bagi anak sesuai dengan tahapan usia dan bagaimana
kegiatan fisik motorik kasar yang menyenangkan anak,” katanya.
 Dalam
kesimpulannya Endang mengatakan jika anak tidak mampu melakukan gerakan fisik
yang baik akan menimbulkan kurangnya kepercayaan diri dan konsep diri yang
negatif dalam melakukan gerakan fisik. Solusi melakukan kegiatan yang dapat
melatih otot atau motorik kasar anak dapat dilakukan. Hal yang mudah dengan
menyediakan peralatan anak yang bisa didorong, diangkat, dilempar atau
dijinjing bisa menjadi jalan keluar yang efektif.


(Reza)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *