Sosialisasi KJMU, Mahasiswa Khawatirkan Pemotongan Dana

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

Journoliberta.com – Naramuda UIN Jakarta menggelar sosialisasi pendaftaran Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Tahap 1 2025, Rabu, (26/2). Sosialisasi yang dilakukan via Zoom ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai mekanisme pendaftaran dan verifikasi beasiswa KJMU.

Ketua Umum Naramuda Syahid, Muhammad Zidan Ramdani menjelaskan, bahwa proses pendaftaran KJMU tahap 1 tahun 2025 tidak mengalami perubahan. Ia juga mengatakan para calon penerima baru maupun lanjutan dapat melakukan pendaftaran online secara mandiri.

“Mekanisme pendaftaran KJMU tahap 1 tahun 2025 masih sama dengan tahap sebelumnya, yakni para penerima maupun calon penerima bisa mendaftar dengan mengakses website Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Jakarta,” jelas Zidan saat diwawancarai via WhatsApp, Rabu (26/2).

Di luar itu, salah satu mahasiswa penerima KJMU, Dwi mengaku khawatir anggaran KJMU bisa mengalami pemotongan seiring adanya kebijakan efisiensi.

“Tentunya saya sangat khawatir karena ditakutkan kalau saya menjadi salah satu orang yang terkena dampak efisiensi saya tidak akan bisa melanjutkan kuliah saya lagi,” ungkap Dwi melalui sambungan telepon, Rabu (26/2).

Hal yang sama juga dirasakan oleh calon pendaftar KJMU, Farhan Fadillah menyampaikan kekhawatiran akan adanya pemotongan anggaran KJMU. Ia berharap pemerintah bisa lebih bijak dalam mencari solusi tanpa mengorbankan kepentingan pihak tertentu.

“Tentu khawatir, karena banyak mahasiswa bergantung pada beasiswa ini. Semoga pemerintah bisa mencari solusi tanpa mengorbankan bantuan bagi yang membutuhkan,” jelas Farhan, Rabu (26/2).

Menanggapi hal ini, Kepala Divisi Pelayanan dan Informasi Naramuda Syahid, Bramantio mengatakan, bahwa skema pencairan KJMU yang sebelumnya sebesar Rp9 juta per semester akan berubah seiring adanya kebijakan efisiensi. Ia menjelaskan, mahasiswa kemungkinan akan menerima Rp750 ribu per bulan secara bertahap.

“Dari awal KJMU diadakan hingga tahap 2 di tahun 2024, nominal bantuan tetap Rp9 juta per semester dan diberikan langsung. Namun, beredar kabar bahwa pencairannya akan berubah menjadi bertahap, sekitar Rp750 ribu per bulan,” ujar Bram saat diwawancarai via WhatsApp, Rabu (26/2).

Sementara itu, anggota Divisi Pelayanan dan Informasi Naramuda Syahid, Regita Cahyani menerangkan, alur pendaftaran KJMU dimulai dengan pembuatan akun di laman P4OP. Ia kemudian menjelaskan, mahasiswa selanjutnya mengisi data diri dan mengunggah dokumen yang diperlukan.

“Pertama, login ke laman P4OP Jakarta, pilih menu daftar KJMU, lalu melakukan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jika berhasil, lanjutkan validasi data kependudukan. Setelah itu, lengkapi data Perguruan Tinggi, unggah berkas, dan selesai,” jelas Regita dalam sosialisasi, Rabu (26/2).

Di sisi lain, Bram menyinggung soal kendala teknis yang kerap mahasiswa keluhkan, seperti website error dan kesulitan login. Ia menyebut salah satu permasalahan utamanya yaitu, kode verifikasi email tidak masuk saat pengguna mengatur ulang kata sandi.

“Ketika passwordnya salah, di situ ada opsi untuk reset password, begitu ditekan reset password ada kode verifikasi yang dikirim ke email, tetapi ketika dicek emailnya ternyata di email tidak masuk kode verifikasi itu. Jadi otomatis dia itu tidak bisa login,” ungkap Bram.

Untuk mengatasi masalah ini, Bram menyarankan peserta untuk segera melaporkan kendala tersebut melalui call center. Selain itu, Bram menyarankan peserta juga untuk langsung mendatangi Dinas P4OP Jakarta.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada yang bertanya di call center solusi untuk masalah ini adalah orang tersebut bisa langsung mendatangi Dinas P4OP yang ada di Rawabunga, Jatinegara,” tambahnya.

Berdasarkan informasi dari Dinas P4OP, tahapan pemadanan data penerima KJMU akan berlangsung pada bulan Maret 2025. Zidan memperkirakan pencairan dana KJMU tahap 1 akan dilakukan pada Mei 2025.

“Pemadanan data itu akan berlangsung di bulan Maret, kemudian persetujuan dari Gubernur DKI Jakarta akan terlaksana di bulan April, dan insyaallah bantuan pendidikan ini akan cair di bulan Mei jika tidak ada kendala dalam proses pemadanan data nantinya,” kata Zidan.

Pos terkait