Aliansi Mahasiswa Sehati Nusantara bekerjasama dengan PT.
Chevron dan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan dialog publik.
Dialog bertajuk Potret Pengelolaan
Industri Hulu Migas di Indonesia: Upaya Menciptakan Pengelolaan Migas yang
Berpihak pada Negara dan Peran Media dalam Sosialisasi Pengelolaan Hulu Migas
diadakan di aula KOPERTAIS UIN Jakarta, Jumat (13/6).
Chevron dan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan dialog publik.
Dialog bertajuk Potret Pengelolaan
Industri Hulu Migas di Indonesia: Upaya Menciptakan Pengelolaan Migas yang
Berpihak pada Negara dan Peran Media dalam Sosialisasi Pengelolaan Hulu Migas
diadakan di aula KOPERTAIS UIN Jakarta, Jumat (13/6).
Firman Aulia ketua pelaksana mengatakan, “Dialog publik ini diharapkan dapat memberikan
informasi sekaligus sosialisasi mengenai pengelolaan industri hulu migas di
Indonesia,” katanya.
informasi sekaligus sosialisasi mengenai pengelolaan industri hulu migas di
Indonesia,” katanya.
Acara ini dihadiri Dony Indrawan (manajer bidang komunikasi PT. Chevron) dan Rubiyanah MA (Kepala
Jurusan Konsentrasi Jurnalistik UIN Jakarta). Dalam ceramahnya Dony
menjelaskan, Chevron tiba di Indonesia pada tahun 1924, kemudian pada tahun
1944 para geologis Chevron menemukan sumber minyak bumi terbesar di Asia. “Sejak
saat itu Chevron diakui oleh pemerintah sebagai produsen minyak di Indonesia
sebesar 40 persen,” kata Dony. Dony menambahkan, Chevron telah melakukan
berbagai upaya sosialisasi dengan menggunakan media, baik berupa press realease maupun press conference. (Sri)
Jurusan Konsentrasi Jurnalistik UIN Jakarta). Dalam ceramahnya Dony
menjelaskan, Chevron tiba di Indonesia pada tahun 1924, kemudian pada tahun
1944 para geologis Chevron menemukan sumber minyak bumi terbesar di Asia. “Sejak
saat itu Chevron diakui oleh pemerintah sebagai produsen minyak di Indonesia
sebesar 40 persen,” kata Dony. Dony menambahkan, Chevron telah melakukan
berbagai upaya sosialisasi dengan menggunakan media, baik berupa press realease maupun press conference. (Sri)
