| Foto: Panitia LPM Institut |
JOURNOLIBERTA.COM – Direktur Eksekutif LBH Pers, Ade Wahyudin membahas mengenai pentingnya menjaga independensi dan militansi dalam pers mahasiswa. Terdapat beberapa poin kelebihan sikap independen yang harus dimiliki oleh setiap Jurnalis seperti meningkatkan kepercayaan diri, memudahkan dalam mengambil keputusan, dan membahagiakan Jurnalis. Selain independensi, menjaga militansi juga tak kalah penting untuk jurnalis saat ini, karena independensi tidak akan bisa terkikis oleh militansi yang utuh, akurat, dan berimbang.
“Menurut saya dalam pers independensi saja tidak cukup, aspek militansi ini juga sangat penting, saya bisa bilang kalau di luar sana yang menerima amplop militansinya sudah terkikis, jadi militansinya terkikis independensinya juga terkikis,” tegasnya dalam acara seminar memperingati HUT yang ke-39 LPM Institut, di Aula Student Center UIN Jakarta, Sabtu (23/12/2023).
Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta, Erick Tanjung menjelaskan mengenai situasi keamanan jurnalis di Indonesia jelang pemilu 2024. Beberapa poin juga dijelaskan oleh Eric mengenai tugas penting Lembaga Pers Mahasiswa sebagai kontrol sosial segala kebijakan dan civitas akademika kampus.
“Tugas pers itu selain independensi, ada militansi dan kontrol sosial, kalau di lingkungan kampus kontrol sosialnya itu mengontrol kebijakan rektorat dan civitas akademik, serta harus peka terhadap isu-isu yang ada di lingkungan kampus,” ujar Erick dalam acara seminar yang sama.
Seminar yang bertajuk Independensi Pers Mahasiswa dalam Berekspresi ini merupakan bentuk dari semakin berkembangnya zaman yang menjadikan peran kebebasan pers mahasiswa dalam berekspresi di lingkungan kampus menjadi semakin penting. Seminar tersebut juga sebagai bentuk semangat untuk terus memperjuangkan kebebasan pers, mendukung mahasiswa dalam berekspresi dan berpendapat.
Peran pers mahasiswa juga sangat penting untuk menjadi media kritik dan saran terkait dinamika kampus UIN Jakarta, seperti yang baru-baru ini terjadi yaitu terkait isu pemilwa. Dalam hal ini peran pers mahasiswa adalah mengimbau seluruh mahasiswa untuk memberikan hak suaranya untuk memilih calon pemimpin mahasiswa.
Ketua pelaksana seminar, Ibrahim Haikal Putra Abadi berharap agar perayaan Dies Natalis tahun ini menjadi awal baru untuk mengukur peranan yang lebih besar untuk memperjuangkan kebebasan terutama dalam kampus.
Ketua Forum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Muhammad Ansorullah dalam sambutannya mengatakan bahwa Lembaga Pers Mahasiswa memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberitakan isu di kampus.
“Ketika kita lihat saat ini kegiatan Pemira atau Pemilu Raya di UIN Jakarta, LPM dijadikan garda depan untuk menyampaikan isu-isu terkini, terutama dalam proses Pemilu Raya yang melibatkan seluruh mahasiswa di UIN Jakarta untuk memberikan hak suara kepada para calon pemimpin di UIN Jakarta,” ujar Ansorullah.
Reporter: Norma & Irvan
Editor: Nurma Nafisa