Tuai Respon Positif, Masjid Istiqlal Sediakan Lahan Parkir untuk Jemaat Gereja Katedral

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

 

Foto: Unsplash

JOURNOLIBERTA.COMIndonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya, suku, ras, bahasa, dan agama. Meskipun terdapat perbedaan, semangat rasa toleransi masih tetap kuat di antara masyarakat, seperti pada perayaan Hari Natal tahun ini. Hal tersebut tervalidasi dengan partisipasi Masjid Istiqlal dalam membuka tempat parkir untuk jemaat Gereja Katedral di Jakarta Pusat, Senin (25/12).


Sehubungan dengan hal tersebut, Kepala Bidang Riayah dan Humas Istiqlal, Ismail Cawidu mengatakan penyediaan parkir menjadi salah satu tujuan dalam merealisasikan dan mengajak umat beragama untuk menjalin kerukunan secara nyata dan konkrit.


“Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral telah lama menjalin kerja sama dalam berbagai bidang sebagai realisasi dari Forum Kerjasama Umat Beragama (FKUB),” ujarnya saat diwawancarai via WhatsApp pada Selasa (26/12).


Ia menambahkan, kerja sama yang dilakukan antara lain seperti mengamankan pelaksanaan hari-hari besar keagamaan, pelaksanaan kegiatan olahraga bersama secara periodik, dan kerja sama para Remaja Masjid Istiqlal dengan Remaja Katedral.


“Setelah Masjid Istiqlal direnovasi pada tahun 2022, saat ini hanya disediakan untuk parkir terbatas karena sudah dibangun lahan parkir di Basement 2 lantai dengan kapasitas mencapai 1000 kendaraan,” tambahnya.


Penyediaan lahan parkir Masjid Istiqlal untuk jemaat Gereja Katedral menuai respon positif masyarakat yang mengharapkan hal-hal yang menimbulkan kedamaian terus dipelihara dan dikembangkan bersama di Indonesia.


Sementara itu, salah satu umat Kristiani, Jesika Ebenezer, mengungkapkan rasa senang dan terharu karena melihat sikap toleransi yang nyata terjadi di Indonesia. Namun di sisi lain, ia juga merasa sedih karena minimnya pemberitaan mengenai hal-hal tersebut dan cenderung lebih sering mengekspos hal-hal yang intoleran.


“Penting sekali menjaga toleransi karena balik lagi kita ini makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, kita butuh satu sama lain untuk saling tolong-menolong,” ungkapnya, Selasa (26/12).


Lebih lanjut, ia berharap semoga banyak orang yang sadar akan pentingnya sikap toleransi dan berita mengenai kerukunan antar beragama lebih terekspos. Hal tersebut menunjukkan bagaimana Indonesia memperlihatkan sikap toleransi antar agama yang menjadi bagian dari negara yang beragam. 


Repoter: Tasya Nurhaliza & Desvita Aulia

Editor: Nadhila

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Pos terkait