Aksi Tabur Bunga UNIKA Atma Jaya, Bentuk Peringatan 26 Tahun Kasus Pelanggaran HAM Berat Tragedi Semanggi I

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

Journoliberta.com – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Atma Jaya melakukan aksi orasi dan tabur bunga dalam rangka mengenang 26 tahun tragedi Semanggi I di depan gedung kampus, Rabu (13/11). Tidak hanya mahasiswa, orang tua korban seperti Sumarsih juga turut mengikuti aksi tersebut.

Aksi ini merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai pengingat atas kejadian di Semanggi pada 1998 yang menjadi bukti atas tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat oleh pemerintah dan menyebabkan tewasnya lima orang mahasiswa.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Senat Fakultas Hukum UNIKA Atma Jaya mendesak pemerintah dengan tuntutan agar Kejaksaan Agung dan Komisi Nasional HAM memberhentikan upaya pemutihan terhadap peristiwa Semanggi I dan melanjutkan proses hukum berkas penyelidikan ke tahap penyidikan.

Melihat kondisi saat ini, teman seperjuangan sekaligus satu almamater dengan Wawan, korban tewas tragedi Semanggi I, Christian Baba, mengungkapkan keprihatinannya kepada masyarakat yang dinilainya tidak peduli terhadap kasus pelanggaran HAM berat pada tragedi tersebut.

“Terus terang kalau dari segi masyarakat, mereka sudah tidak peduli karena yang dilihat adalah realita kehidupan. Tapi kita yang mengalaminya, perjuangan tidak akan pernah berhenti agar masyarakat yang menilai bahwa 26 tahun yang lalu ada sejarah pelanggaran HAM berat di mana tentara telah membunuh mahasiswa,” ungkap Baba saat diwawancarai di prosesi aksi tabur bunga, Rabu (13/11).

Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UNIKA Atma Jaya, Bimo Aryo Ramadhan, mengatakan ketersediaannya untuk turut menindak lanjuti kasus-kasus pelanggaran HAM, termasuk peristiwa tragedi Semanggi I.

“Saya bertindak sebagai mahasiswa aktif, yang pasti akan terus melakukan seperti yang saat ini saya lakukan dan menindak lebih lanjut. Mungkin saya akan memberikan massa yang lebih banyak di depan Menkopolhukam,” kata Bimo saat diwawancarai di depan UNIKA Atma Jaya, Rabu (13/11)

Senada dengan Bimo, Baba juga memberikan harapannya kepada presiden yang baru dilantik untuk segera menyelesaikan kasus tragedi Semanggi I hingga tuntas.

“Saya berharap semoga Bapak Prabowo berani membuka kasus ini dan bisa menyelesaikannya sampai semua clear. Saya lihat bagaimana pidatonya saat terpilih presiden, banyak hal yang akan dia buat untuk negara ini,” harap Baba.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *