Berkeliling Membantu Sekeliling

Salah seorang sukarelawan, Hani, sedang menguji hafalan Zahirah di salah satu pos WBMA di Pondok Serut, Cildedug, Tangerang Selatan, Jumat (22/10/2021). Pos ini merupakan salah satu dari dua pos WBMA yang bisa berkegiatan di masa pandemi.

Anak-anak binaan Warung Baca Mata Air sedang membaca buku di salah satu pos di Pondok Serut, Ciledug, Tangerang Selatan, Minggu (24/10/2021). Pos ini merupakan salah satu dari dua pos WBMA yang bisa berkegiatan di masa pandemi.

Anak-anak binaan sedang belajar dalam jaringan di sekretariat Warung Baca Mata Air yang juga merupakan tempat tinggal Sisi Wahyu di Komplek Setneg, Tajur, Ciledug, Tangerang Selatan, Selasa (19/10/2021).  Kegiatan belajar daring ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang urgen dalam tugas sekolah.

Sisi Wahyu bersama suaminya, Nur Wahyu, menyusuri kawasan Graha Raya, Tangerang Selatan, Selasa (19/10/2021), untuk menyalurkan sedekah menu makanan.  Biasanya, sedekah ini diberikan kepada anak yatim, santri, ataupun masyarakat umum yang layak juga berhak.

Sisi Wahyu memberikan menu makanan kepada salah seorang duafa di kawasan Graha Raya, Ciledug, Tangerang Selatan, Selasa (19/10/2021). Biasanya sedekah menu makanan ini diberikan kepada anak yatim, santri, ataupun masyarakat umum yang layak juga berhak.


JOURNOLIBERTA.COM – Panas terik siang itu, Selasa (19/10/2021), tak menyurutkan semangat
Sisi Wahyu (47) untuk menyalurkan sedekah menu makanan. Bersama suaminya, Nur
Wahyu (52), ia menyusuri sepanjang Jalan Graha Raya, Tangerang Selatan, untuk
membagikan menu makanan kepada masyarakat yang layak juga berhak.

Kegiatan sosial ini timbul dari keprihatinan Sisi Wahyu dan suaminya
atas kondisi masyarakat dalam situasi pandemi yang serba sulit ini. Gerakan
yang mereka beri nama Layanan Sedekah Teras Quran (LSTQ) ini biasanya menyasar
anak yatim, santri, dan duafa.

Gerakan ini didukung oleh para donatur yang terdiri dari teman-teman
dan keluarga dekatnya yang menitipkan amanah untuk disalurkan. Waktu dan
tempatnya pun tak menentu, menyesuaikan jumlah titipan.

Selain berbagi menu makanan, Sisi Wahyu yang juga merupakan pendiri
komunitas literasi Warung Baca Mata Air (WBMA) ini memutuskan tetap berkegiatan
dengan terus fokus dan komitmen pada aktivitas pendidikan sosial anak.

Menurutnya, di masa pandemi ini pendidikan anak-anak yang dilakukan
secara daring di rumah amat mengkhawatirkan karena banyak orang tua yang tak
mampu mengajari anaknya dengan baik, dengan berbagai alasan.

“(Di masa pandemi ini) banyak anak-anak kami jumpai 85% main
melangkah tanpa arah, tak hanya mata ini melihat, orang tua terus berkeluh
kesah akan dilema yang terus mengintai,” ungkap Sisi Wahyu.

Meski diakui pandemi ini membuat aktivitas komunitas baca ini
terhambat, tetapi tak menyurutkan semangat mereka untuk tetap berkontribusi
bagi masyarakat sekitar, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Aktivitas gelar baca melalui warung baca keliling yang biasanya sebelum pandemi
ada di ruang publik, seperti Taman Kota 2 Tangerang Selatan dan di sebuah tanggul
di Bintaro Graha, dialihkan di pos-pos yang bisa berkegiatan.

“Pandemi kami catat banyak Hikmah. Hanya 2 titik
lokasi baca yang dapat diaktifkan berkegiatan. Alhamdulillah terlaksana di
Kampung Pondok Serut 1 (Ciledug, Tangerang Selatan) dan Kampung Tajur (Ciledug, Kota Tangerang). Pos baca
lainnya terpaksa tutup sementara,” ujar Sisi Wahyu yang biasa disapa oleh
anak-anak ini dengan sebutan Mama Ua.

Selain gelar baca keliling, Sisi Wahyu juga mengadakan
kegiatan belajar daring di rumahnya—yang juga sekaligus sebagai sekretariat
WBMA—dengan dukungan WIFI gratis dengan jumlah anak yang terbatas.

Ada juga aktivitas hafalan bacaan Quran, yang biasa
diselenggarakan usai zuhur , dilakukan bergilir di rumah anak-anak kampung yang
tergabung ke dalam Teras Quran.


Naskah & Foto: Johan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *