Journoliberta.com – Wihara Dharma Bakti menjadi salah satu pusat perayaan Tahun Baru Imlek 2025 atau 2576 Kongzili yang terletak di Jakarta Barat. Berdiri sejak tahun 1650, wihara ini telah menjadi bagian simbol keberagaman dan sejarah panjang komunitas Tionghoa di Indonesia.
Sejak pagi, ratusan jemaat telah hadir untuk bersembahyang di altar dewa-dewi, membakar dupa, dan menyalakan lilin-lilin besar sebagai bagian dari prosesi ibadah.
“Puncak prosesi ibadah sejak tadi malam hingga hari ini. Tapi rangkaiannya masih ada sampai 12 Februari dalam Perayaan Cap Go Meh. Wihara ini bisa dikatakan sebagai pusat peribadatan Tionghoa di Glodok,” ujar salah satu panitia, Hendrik, saat diwawancarai di Wihara Dharma Bakti, Rabu (29/1).
Salah satu ritual yang menarik perhatian adalah fang sheng, yaitu tradisi pelepasan burung sebagai simbol kebebasan dan harapan baru. Seorang jemaat Wihara Dharma Bhakti, Erwin, menjelaskan bahwa ritual ini mencerminkan nilai welas asih.
“Pelepasan burung bukan hanya simbolis, tapi juga doa agar kehidupan lebih baik,” ujarnya, Rabu (29/1).
Selain jemaat, wihara juga dipenuhi oleh wisatawan yang ingin mengabadikan suasana perayaan. Petugas keamanan setempat, Makmun, menyebut jumlah pengunjung hari ini meningkat drastis dibandingkan dengan hari biasa.
“Banyak yang datang untuk ibadah, tapi tak sedikit juga yang sekadar berfoto. Turis pun tertarik dengan tradisi di sini,” imbuhnya, Rabu (29/1).
Tahun Baru Imlek 2025 berada di bawah naungan Shio Ular Kayu. Dalam kepercayaan Tionghoa, shio ini melambangkan kecerdikan dan kemampuan beradaptasi. Elemen kayu dalam shio ini juga dipercaya membawa energi pertumbuhan dan keharmonisan. Bagi masyarakat Tionghoa, pergantian tahun ini merupakan momen yang tepat untuk refleksi diri, merencanakan masa depan, dan mengharapkan keberuntungan menyertai perjalanan hidup mereka.
