Kawal RUU Sisdiknas, Mahasiswa Tagih Janji Pendidikan Gratis

Journoliberta.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Senin (5/10). Aksi tersebut dilaksanakan untuk mendesak pemerintah merealisasikan pendidikan gratis dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi serta mempercepat pengesahan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

Perwakilan Aliansi BEM SI dari Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Fikri, Adelia Afifatuzzahra, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk pengawalan terhadap janji Presiden Prabowo Subianto mengenai pendidikan gratis. Menurutnya, pemerintah perlu membuktikan janji tersebut melalui kebijakan yang konkret.

“Kalau memang Bapak Prabowo Subianto ingin menggratiskan pendidikan, maka per hari ini wujudkanlah dengan mengesahkan RUU Sisdiknas,” ujar Adelia dalam wawancara terbuka di depan gedung DPR RI, Jakarta Selatan, Senin (5/10).

Adelia menyebut pihaknya menuntut agar mahasiswa dilibatkan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) serta pembahasan RUU Sisdiknas. BEM SI juga meminta proses pengesahan dilakukan secara transparan dan melibatkan mahasiswa.

“Karena di dalam rancangan undang-undang, pendidikan nasional masih 12 tahun, masih dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) saja. Sehingga perguruan tinggi masih belum menjadi beban yang ditanggungjawabkan oleh pemerintah hari ini,” katanya.

Di sisi lain, perwakilan BEM Universitas Indonesia, Raka Andika Aradhana, menyoroti persoalan biaya pendidikan tinggi. Ia mengatakan terdapat mahasiswa yang telah lolos seleksi perguruan tinggi tetapi tidak dapat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya.

“Banyak teman-teman saya yang sudah lulus seleksi perguruan tinggi, tapi karena tidak memiliki biaya, dia tidak melanjutkan untuk masuk ke perguruan tinggi,” ujarnya saat wawancara terbuka di depan gedung DPR, Jakarta Selatan, Senin (5/10).

Sementara itu, salah satu peserta aksi, Lazuardo Guevara, mengatakan dirinya mendukung tuntutan pendidikan gratis. Menurutnya, pendidikan seharusnya dapat diakses bukan hanya oleh kelompok pekerja, tetapi juga masyarakat yang ingin mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan intelektual.

“Karena pengen pendidikan Indonesia tuh bukan cuma buat kaum pekerja, tapi kaum berpikir kritis, intelektual,” ujarnya saat diwawancarai di depan gedung DPR, Jakarta Selatan, Senin (5/10)

Lebih lanjut, Adelia menyatakan bahwa BEM SI akan terus mengawal tuntutan tersebut. Ia melanjutkan bahwa aksi lanjutan akan dilakukan apabila mahasiswa tidak dilibatkan dalam RDPU atau pengesahan RUU Sisdiknas tidak segera dilakukan.

“Kalau sampai itu tidak disahkan dan RDPU tidak diterima, maka kita akan turun ke jalan,” tutup Adelia.

 

Penulis: Wildan Firdausy

Editor: Aditya Purnama Putra dan Muhammad Iqbal

Pos terkait