Ketika Waktu Salat Tertunda karena Nongkrong

Ilustrasi Ketika Waktu Salat Tertunda karena Nongkrong. Journo Liberta/Annisa Faza Nadhilah.

Journoliberta.com – Nongkrong dan bermain bersama teman kerap menjadi bagian dari aktivitas anak muda. Namun, kebiasaan melanjutkan kegiatan setelah azan berkumandang dapat membuat sebagian orang menunda salat meskipun memiliki kesempatan untuk menunaikannya. Dalam Islam, salat merupakan kewajiban yang memiliki ketentuan waktu sehingga aktivitas bersama teman tidak seharusnya membuat seseorang mengabaikan waktu salat.

Penelitian jurnal berjudul Kebiasaan Menunda Salat di Kalangan Generasi Z: Tinjauan dari Penelitian Akademik, menyebut keterlambatan salat dapat mengikis keberkahan waktu. Seseorang yang tidak disiplin dalam beribadah cenderung memiliki kontrol diri yang lemah, etika yang rendah, dan mudah terjerumus dalam perilaku menyimpang.

Bacaan Lainnya

Ketentuan mengenai salat juga dibahas dalam Surah Al-Ma’un ayat 4–5. Ayat tersebut menyebut celaka bagi orang-orang yang lalai terhadap salatnya.

Sementara itu, Ustazah Ade Sulaiman, menjelaskan salat memiliki waktu yang telah ditentukan dalam Islam. Ia menekankan kewajiban tersebut perlu dijaga agar seorang Muslim tidak mengakhirkan salat hingga melewati waktunya.

“Jika yang dimaksud tepat waktu adalah melaksanakan salat sesuai ketentuan waktunya, maka hal ini wajib. Hukumnya berdosam atau haram jika mengakhirkan salat sampai keluar dari waktunya, misalnya melaksanakan salat Zuhur di waktu Asar,” ujar Ustaz Ade saat diwawancarai via WhatsApp, Selasa (29/9).

Senada dengan itu, Ustazah Harti turut menyoroti pentingnya tetap meluangkan waktu untuk salat di tengah aktivitas bersama teman. Menurutnya, kegiatan sosial tetap dapat dilakukan tanpa mengesampingkan kewajiban ketika waktu salat tiba.

“Nongkrong, bermain dan berkumpul dengan teman itu boleh, tetapi ketika panggilan Allah datang kita harus belajar berhenti sejenak. Kalau kita bisa meluangkan waktu untuk banyak hal, seharusnya kita juga mampu meluangkan waktu untuk Allah,” ucap Harti saat diwawancarai via WhatsApp, Rabu (30/9).

Selain itu, Harti juga menyarankan agar seseorang mengingatkan temannya untuk salat dengan cara yang baik tanpa menghakimi atau memaksakan kehendak. Ia melihat keteladanan dalam menjalankan salat dapat menjadi cara untuk mengingatkan teman karena nasihat tidak selalu disampaikan melalui kata-kata.

“Yang penting kita sudah menyampaikan dengan cara yang baik dan memberikan contoh. Terkadang nasihat yang paling kuat bukan kata-kata, tetapi keteladanan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Harti menyebut anak muda dapat membangun kebiasaan menjaga waktu salat melalui langkah sederhana di tengah aktivitas bersama. Kebiasaan itu dapat dilakukan tanpa harus menjauhi pergaulan atau meninggalkan kegiatan bersama teman.

“Mulai dari membangun kebiasaan kecil, seperti memasang alarm azan, mengetahui jadwal salat, mencari masjid atau musala ketika bepergian, dan berani mengatakan kepada teman, ‘Kita salat dulu, setelah itu lanjut’,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Adelia Putri Haryati

Editor: Lisda Dwi Nasywa

Pos terkait