Foto: Tradisi Pawai Ogoh-Ogoh, Prosesi Menghalau Unsur Negatif Dalam Manusia

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

Journoliberta.com – Menyambut Hari Raya Nyepi, tradisi pawai ogoh-ogoh hadir sebagai rangkaian acara Bhuta Yadnya (Bhuta Yajna). Pawai ogoh-ogoh ini berlangsung di Pura Hindu Dharma Penataran Agung Kertabhumi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (10/3).

Patung yang memiliki aneka rupa ini merupakan simbol unsur negatif, sifat buruk dan kejahatan di hidup manusia. Ritual yang dilakukan guna menghalau kehadiran bhuta kala, sebuah manifestasi unsur-unsur negatif dalam kehidupan manusia.
4 3 11zon 1

Arak-arakan patung ogoh-ogoh dilakukan bersamaan dengan ritual ngerupuk, salah satu tahapan dari Bhuta Yadnya. Pada ritual ngrupuk, warga sekitar akan keliling pemukiman sambil membuat bunyi yang disertai penyebaran nasi tawur, asap dupa, dan obor.

Dalam hal ini, seorang umat Hindu, Ni Komang Ayu mengungkapkan toleransi antar umat beragama di Indonesia harus tetap terjaga.

“Sebagai kaum minoritas yang ada di Indonesia saya berharap besar agar orang awam dapat memahami betapa pentingnya perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu dan selalu memberikan toleransi terhadap kami kaum minoritas serta tetap menghargai budaya umat Hindu yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Ni Komang, Minggu (10/3).
5 4 11zon 1 6 5 11zon 1

Pos terkait