Journoliberta.com – Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) kembali menegaskan larangan makan dan minum di dalam ruang kelas melalui pemasangan imbauan di setiap pintu. Langkah tersebut menjadi perhatian setelah petugas kebersihan menegur sejumlah mahasiswa yang masih melanggar aturan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Dekan III FDIKOM, Muhtadi, menjelaskan larangan tersebut bukan aturan baru. Ia mengatakan, kebijakan tersebut telah lama berlaku, namun ditegaskan kembali karena masih banyak ditemukan sampah yang ditinggalkan setelah perkuliahan selesai.
“Masih banyak mahasiswa yang belum memiliki kesadaran bahwa mereka harus bertanggung jawab atas sampah yang mereka bawa dan membuangnya ke tempat sampah. Karena kondisi seperti itu, aturan ini kembali ditegaskan,” ujar Muhtadi saat diwawancarai di ruang Dekan FDIKOM, Kamis (9/7).
Ia menyebut, kondisi tersebut menyulitkan petugas kebersihan karena ruang kelas digunakan secara bergantian. Menurut Muhtadi, pemasangan imbauan dipilih sebagai langkah yang efektif dibandingkan penyampaian lisan.
“Jangan semuanya bergantung kepada petugas kebersihan. Kami melihat kondisi ini sudah perlu diingatkan kembali. Kalau hanya diingatkan secara lisan, biasanya akan cepat dilupakan,” jelasnya.
Di sisi lain, petugas kebersihan FDIKOM, Anang, mengaku masih sering menemukan botol minuman, gelas kopi, bungkus makanan hingga tumpahan kopi yang sulit dibersihkan. Ia menilai persoalan tersebut disebabkan oleh rendahnya kesadaran mahasiswa dalam menjaga kebersihan.
“Persoalan ini lebih berkaitan dengan kesadaran mahasiswa, karena tanpa ada tulisan atau imbauan pun seharusnya setiap orang tetap menjaga kebersihan,” ujar Anang saat diwawancarai di Gedung FDIKOM, Rabu (8/7).
Ia menambahkan, kondisi kebersihan mulai membaik meski perubahannya belum terlalu signifikan. Ia berharap, mahasiswa dapat lebih bertanggung jawab dan bekerja sama agar lingkungan belajar tetap nyaman.
“Ada perubahan meskipun belum terlalu besar. Saya berharap mahasiswa bisa bekerja sama dengan petugas kebersihan karena imbauan ini bukan sekadar melarang, tetapi juga mendidik agar terbiasa menjaga kebersihan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Cindy, menyatakan mendukung penegasan larangan makan dan minum di dalam kelas karena dinilai menjaga kenyamanan selama perkuliahan. Ia menyebut aturan tersebut diperlukan mengingat masih terdapat mahasiswa yang belum bertanggung jawab membuang sampah setelah makan.
“Saya setuju dengan aturan ini karena kelas yang dipenuhi sampah membuat perkuliahan menjadi tidak nyaman. Menurut saya, makan di kelas tidak masalah selama setiap orang bertanggung jawab membuang sampahnya,” jelas Cindy saat diwawancarai di Gedung FDIKOM, Kamis (9/7).
Selain itu, Cindy juga menyoroti keterbatasan fasilitas makan di luar kelas membuat mahasiswa yang membawa bekal kerap kesulitan mencari tempat makan saat kantin penuh. Ia menilai, kampus perlu melakukan sosialisasi secara langsung agar mahasiswa memahami tujuan kebijakan, bukan hanya melalui tulisan yang ditempel di pintu kelas.
“Menurutku aturan ini memang perlu, tetapi kampus juga perlu melakukan sosialisasi secara langsung agar mahasiswa memahami tujuannya, enggak cuma lewat tulisan yang ditempel di pintu,” tutupnya.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





