Foto: JournoLiberta/NurmaNafisa
Salah satu pihak dari organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Jakarta, Erie Heriyah mengungkapkan bahwa kini ada banyak cara untuk mengedarkan sekaligus membuat berita hoaks.
“Salah satu ciri berita hoaks itu too good to be true dan too bad to be true,” ujar Erie dalam acara Kuliah Umum Kelas Cek Fakta oleh Program Studi Jurnalistik UIN Jakarta, Kamis (05/10/2023).
Lebih lanjut, Erie menjelaskan, kini tidak perlu repot untuk mengecek kredibilitas dari sebuah berita. “Jadi kalau lihat berita hoaks, langsung saja klarifikasi melalui situs yang tersedia,” ucapnya.
Dalam paparannya, Erie menunjukkan beberapa situs yang dapat mendeteksi hoaks dalam sebuah berita, di antaranya adalah turnbackhoax.id dan cekfakta.com. Tidak hanya itu, pengecekan hoaks juga dapat dilakukan melalui fitur bot bernama Kalimasada di aplikasi WhatsApp.
Menurut Erie, salah satu langkah terbaik dalam mencegah hoaks adalah menanamkan kesadaran bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Intinya adalah penting sekali untuk membangkitkan nalar kritis masyarakat dalam menerima berita. Walau (masyarakat) belum tahu cara untuk memverifikasi berita, paling tidak ketika mendapat sebuah berita harus disimpan terlebih dahulu, jangan langsung dipercaya. Jika sudah terbukti kebenarannya dan dirasa bermanfaat, silahkan untuk membagikannya,” ujarnya.
Di sisi lain, Erie berharap agar jurnalis tetap memiliki profesionalisme dalam menyampaikan berita. Meski media membutuhkan pembaca, menurut Erie tetap ada jalan lain untuk menggaet pembaca selain menyediakan berita click bait.
“Makin banyak klik pada berita memang semakin menguntungkan pihak media, namun saya pikir justru disitulah tantangannya. Bagaimana cara membuat berita tanpa sensasi, tapi masyarakat tetap ingin membacanya. Mudah-mudahan dengan jurnalisme yang sehat, masyarakat juga ikut tercerahkan dalam mencerna informasi,” ungkap Erie.
Sebagai penyalur berita, jurnalis harus menyediakan informasi yang sesuai dengan fakta tanpa adanya rekayasa. Namun, dalam suatu kasus, banyak jurnalis yang terpaksa untuk memutar balikkan fakta sesuai dengan penugasan redaktur.
Menanggapi hal tersebut, Erie menyatakan agar jurnalis bisa memiliki idealisme untuk selalu mengungkapkan kebenaran.
“Kalau saya pikir harus ada idealisme, ya. Jangan sampai profesi menghalangi seseorang untuk menjadi orang baik. Tidak usah takut untuk mengungkapkan kebenaran,” pungkasnya.
Penulis: Siti Nurhaliza Safitri
Editor: Shinta Fitrotun Nihayah