| Salah satu pengunjung sedang melihat foto di pameran Solilokui. |
Foto bukan hanya sekumpulan pixel yang bersinergi
membentuk sebuah gambar. Lebih dari itu semua, foto memiliki cerita di
dalamnya. Melalui foto pula, setiap
fotografer berusaha menceritakan sesuatu dibalik sebuah karya. Hal inilah yang
ingin disampaikan mahasiswa Jurnalistik angkatan 2013 Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dengan menyelenggarakan pagelaran karya
fotografi bertajuk Solilokui, Senin, (5/9/2016).
membentuk sebuah gambar. Lebih dari itu semua, foto memiliki cerita di
dalamnya. Melalui foto pula, setiap
fotografer berusaha menceritakan sesuatu dibalik sebuah karya. Hal inilah yang
ingin disampaikan mahasiswa Jurnalistik angkatan 2013 Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dengan menyelenggarakan pagelaran karya
fotografi bertajuk Solilokui, Senin, (5/9/2016).
Kurator sekaligus dosen Fotografi Jurnalistik Rasdian A
Vadin mengatakan, Solilokui ini adalah dialog secara personal yang bisa
mengungkapkan atau menampilkan perenungan. “Perenungan bisa secara personal
bisa juga refleksi dari keadaan lingkungan sekitar. Persoalannya macam-macam,
bisa merespon kemiskinan, kondisi penggusuran dan lain sebagainya,” jelasnya.
Vadin mengatakan, Solilokui ini adalah dialog secara personal yang bisa
mengungkapkan atau menampilkan perenungan. “Perenungan bisa secara personal
bisa juga refleksi dari keadaan lingkungan sekitar. Persoalannya macam-macam,
bisa merespon kemiskinan, kondisi penggusuran dan lain sebagainya,” jelasnya.
Ketua panitia Denny Aprianto menjelaskan, pameran yang
menampilkan 192 karya foto ini mengangkat berbagai macam isu, mulai dari isu
ekomomi, budaya, sosial kemasyarakatan hingga politik. “Terkait hasil foto,
masing-masing fotografer ingin menyampaikan pesan yang berbeda-beda di setiap
karyanya,” kata Denny.
menampilkan 192 karya foto ini mengangkat berbagai macam isu, mulai dari isu
ekomomi, budaya, sosial kemasyarakatan hingga politik. “Terkait hasil foto,
masing-masing fotografer ingin menyampaikan pesan yang berbeda-beda di setiap
karyanya,” kata Denny.
“Banyak foto yang unik salah satunya Bike for Life karya
Agung Suryono, yang mengisahkan orang-orang yang hidup dengan sepeda atau bisa
dibilang sepeda sebagai bagian dari kehidupannya. Ada juga ibu-ibu sukarelawan
yang menjadi penjaga rel kereta,” ujar Denny.
Agung Suryono, yang mengisahkan orang-orang yang hidup dengan sepeda atau bisa
dibilang sepeda sebagai bagian dari kehidupannya. Ada juga ibu-ibu sukarelawan
yang menjadi penjaga rel kereta,” ujar Denny.
Zaky salah satu pengunjung pameran mengaku sengaja datang
untuk menyaksikan karya-karya yang dipamerkan di Aula Student Center (SC) UIN
Syarif Hidayatullah ini setelah selesai mengikuti seminar yang juga merupakan
bagian dari rangkaian acara. Mahasiswa yang suka denga fotografi ini merasa
kagum dengan foto-foto yang dipamerkan.
untuk menyaksikan karya-karya yang dipamerkan di Aula Student Center (SC) UIN
Syarif Hidayatullah ini setelah selesai mengikuti seminar yang juga merupakan
bagian dari rangkaian acara. Mahasiswa yang suka denga fotografi ini merasa
kagum dengan foto-foto yang dipamerkan.
“Fotonya bagus, konsepnya juga baru, inovatif, tempat
pamerannya pun lebih baru dengan konsep dan desain interiornya, kemudian hasil
foto-fotonya pun banyak pesan di dalamnya”, jelas Zaky.
pamerannya pun lebih baru dengan konsep dan desain interiornya, kemudian hasil
foto-fotonya pun banyak pesan di dalamnya”, jelas Zaky.
Solilokui merupakan rangkaian acara yang berisi pameran
foto, seminar serta screening film. Acara yang sudah diadakan empat kali
ini merupakan puncak dari tugas salah
satu mata kuliah di jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu
Komunikasi yaitu Foto Jurnalistik.
foto, seminar serta screening film. Acara yang sudah diadakan empat kali
ini merupakan puncak dari tugas salah
satu mata kuliah di jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu
Komunikasi yaitu Foto Jurnalistik.
(Robby Septyan Maulana)
