HMJ Jurnalistik Gelar Dialog Daring Bersama Kaprodi

WhatsApp2BImage2B2020 07 142Bat2B15.38.49


Penulis: Sulthony

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Jurnalistik
UIN Syarif Hidayatullah
gelar webinar bertema “Curhat Ke Kaprodi Yuk” yang dilaksanakan secara
daring
melalui kanal Google Meet,  Selasa (14/07/2020). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa jurnalistik dan mahasiswa baru yang
sudah diterima melalui jalur snmptn. Peserta dipersilahkan untuk menanyakan
berbagai hal mengenai perkuliahan kepada Kholis Ridho selaku kepala program
studi (Kaprodi).

Persoalan yang sering ditanyakan dalam forum
tersebut meliputi keringanan atau penurunan uang kuliah tunggal (UKT),
mengingat banyaknya mahasiswa maupun orang tua mereka yang terdampak ekonominya
karena pandemi.

Selain itu,  mengenai pemberian kuota
internet untuk mahasiswa, pihak kampus rupanya masih belum berani mengambil
kebijakan menyoal hal ini. Permasalahan ini disebabkan belum adanya kebijakan
langsung dari Kementerian Agama (Kemenag).

Belum adanya langkah pasti terkait kuota
gratis dari Kemenag dirasa tidak sejalan dengan perintah dari
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem Makarim. Pasalnya Kemendikbud telah memerintahkan seluruh institusi pendidikan supaya memberikan
kuota internet pada pengajar dan muridnya untuk menunjang pembelajaran daring
selama pandemi.

Kalau kuota internet itu belum ada perintah dari Kemenag, karena kita
PTKIN ya, semua perguruan tinggi keagamaan mengikuti kebijakan K
emenag,” tutur Kholis.

Mahasiswa
baru juga menanyakan bagaimana pelaksanaan pengenalan budaya akademik kampus
(PBAK) nantinya. Kholis menyatakan, sementara ini pihak kampus akan
melaksanakan PBAK melalui daring. Keputusan tersebut didasari kebijakan
pemerintah yang sampai saat ini belum berkenan mengizinkan kegiatan tatap muka
di kampus.

Salah satu mahasiswa juga menyinggung menyoal fasilitas
yang kurang memadai, terlihat tidak adanya laboratium khusus untuk jurnalistik.
Kholis menjawab, bahwa dana pembangunan dari pemerintah biasanya diberikan pada
masing-masing fakultas secara bergiliran.

“Dana BOP itu kemarin contohnya diberikan kepada
fakultas tarbiyah, untuk membangun gedung baru, lalu FEB (Fakultas Ekonomi dan
Bisnis). Semoga selanjutnya diberikan kepada Fakuktas Dakwah Dan Ilmu
Komunikasi,” jelas Kholis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *