Donor Darah, Merajut Kebersamaan dalam Setetes Darah

Journoliberta.com – Mahasiswa merupakan salah satu komponen masyarakat yang memiliki beragam aktivitas, mulai dari kegiatan perkuliahan, keorganisasian, hingga bekerja. Dalam menjalankan kewajiban tersebut, tak jarang mahasiswa menghadapi beberapa hambatan yang dapat terjadi, baik dari faktor eksternal maupun internal.

Salah satu faktor yang dapat menghambat mahasiswa dalam beraktivitas adalah masalah kesehatan. Anggota FIKes Disaster Responder Team (FDT) UIN Jakarta, Dara Suci Henarta menjelaskan bahwa masalah kesehatan yang kerap dialami oleh mahasiswa adalah maag, anemia, hingga demam.

Dia berpendapat bahwa maag merupakan penyakit yang diderita oleh sebagian besar mahasiswa karena tidak dapat menjaga pola makan. Banyak mahasiswa yang memiliki riwayat penyakit maag namun hanya mengonsumsi makanan satu kali dalam sehari dan tidak rutin meminum obat.

Selain itu, tingkat stress juga rupanya dapat memengaruhi kesehatan tubuh hingga menimbulkan penyakit demam.

“Makannya dirapel satu kali sehari, terus mereka udah punya riwayat penyakit maag tapi nakal gak minum obatnya, seperti ranitidine dan antasida. Sementara untuk penyakit demam, salah satu penyebabnya adalah stres. Sebenarnya, demam dapat terjadi karena berbagai faktor, bisa jadi dari faktor eksternal seperti cuaca panas akan menimbulkan heat stroke yang kemudian menyebabkan demam atau febris. Penanganannya bisa dengan minum paracetamol saja,” jelasnya saat diwawancarai di acara Seminar Kesehatan Pertolongan Pertama pada Mahasiswa dalam Berorganisasi di Aula Student Center UIN Jakarta, Kamis (27/6).

Dara menjelaskan, terdapat berbagai faktor yang bisa memicu tingkat stress mahasiswa. Untuk mengontrol stres, ia berpendapat jika setiap orang memiliki caranya masing-masing. Menurutnya, mahasiswa harus bisa mencari tahu apa sumber utama yang menyebabkan mereka stress.

Jika tugas perkuliahan merupakan pemicu utama stress, maka hal tersebut seharusnya bisa diatasi dengan mengerjakannya dari jauh hari sehingga tidak akan keteteran.

“Intinya kalau stress kita pinter-pinter manajemen waktu dan membuat skala prioritas atas apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu,” ungkapnya lebih lanjut.

Selain menjaga tingkat stress, Dara juga mengajak mahasiswa untuk menjaga pola tidur. Ia menyarankan mahasiswa untuk tidak sering begadang karena malam hari merupakan saat di mana sel tubuh manusia beristirahat.

Apabila mahasiswa tidak memanfaatkan waktu tidur secara maksimal, organ tubuh dikhawatirkan akan mengalami penurunan fungsi hingga kerusakan. Ia juga mengimbau mahasiswa untuk tidak merokok.

“Pola hidup yang juga harus dijaga adalah kebiasaan merokok. Di dalam rokok itu kan ada kandungan nikotin yang dapat menyebabkan kecanduan bagi si perokok yang lama-lama juga akan mengganggu kesehatan tubuh. Misalnya kita lagi melakukan aktivitas lain, terus tiba-tiba kepikiran pengen merokok, itu kan jadi mengganggu aktivitas, fokus kita terpecah,” ucapnya.

Dalam seminar tersebut, Dara dan anggota FDT UIN Jakarta lainnya mempraktikkan pertolongan pertama dalam menangani seseorang yang cedera. Dara menjelaskan bahwa terdapat dua jenis luka, yaitu luka terbuka dan luka tertutup.

Untuk luka terbuka, teknik yang dapat dilakukan agar menghentikan pendarahan adalah depth, yaitu menekan daerah arteri yang terluka lalu dibalut. Sementara teknik RICE merupakan solusi untuk menangani korban dengan luka tertutup.

“Bisa dilakukan penekanan di daerah arteri terdekat lalu dibalut. Misalnya di lengan ada arteri brachialis sementara di kaki arteri femoralis. Untuk luka tertutup seperti terkilir, tindakannya disingkat menjadi RICE (Rest, Ice, Compression, dan Elevation). Pertama rest atau diistirahatkan, kedua ice itu kompres dengan air dingin, ketiga compress atau dibalut agar tidak terjadi pembengkakan karena terdapat sel darah putih yang menumpuk, terakhir elevation atau ditinggikan jauh dari jantung,” tuturnya.

Acara seminar ditutup dengan program donor darah bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang berminat. Dara menjelaskan bahwa donor darah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia.

Melalui donor darah, sel-sel darah merah yang terdapat dalam tubuh akan mengalami regenerasi sehingga dapat membantu organ tubuh agar dapat berfungsi lebih baik. Selain baik untuk tubuh, donor darah juga memiliki fungsi sosial karena dapat membantu orang yang membutuhkan darah.

“Manfaatnya pertama adalah kita kan mengeluarkan darah ya, berarti kita mengeluarkan darah yang sudah lama tersimpan dalam tubuh. Kalau misalkan kita rutin, nanti darah itu lama-lama akan regenerasi terus sel-sel darah merahnya. Fungsi eksternalnya kita bisa bantu orang yang kekurangan darah, apalagi di rumah sakit memang sangat membutuhkan bantuan darah. Baik untuk seseorang yang habis dioperasi hingga penderita penyakit HIV karena mereka tidak dapat meregenerasi sel darah dengan baik, sehingga membutuhkan donor darah,” ucapnya lebih lanjut.

Dara menjelaskan terdapat beberapa ketentuan bagi calon pendonor darah, yakni tekanan darah serta tingkat hemoglobin harus normal, sedang tidak mengonsumsi obat, dan juga pola tidur yang teratur. Donor darah juga akan dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh pendonor.

Jika tekanan darah normal yaitu berada di angka 120/80 mmHg dan hemoglobin sebesar 12, maka darah yang didonorkan bisa mencapai 250 cc. Ia juga menjelaskan jika sudah melalui pengecekan kondisi oleh dokter, maka kemungkinan besar tidak akan terjadi resiko dalam mendonorkan darah.

“Resiko donor darah itu ada kalau penanganannya tidak tepat. Contohnya jika jarum suntiknya digunakan secara berulang. Itu beresiko berat akan penularan penyakit karena darah tempat penyakit-penyakit kita ada. Cara penusukan jarum yang salah juga bisa menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri pada pendonor. Pokoknya penusukannya harus tepat di vena,” jelasnya saat ditanyai mengenai resiko dalam mendonorkan darah.

Mahasiswi Hubungan Internasional FISIP UIN Jakarta, Anggita Salsabila merupakan salah satu pendonor darah dalam acara tersebut. Anggita bercerita bahwa pengalaman pertamanya dalam mendonorkan darah adalah pada tahun 2022. Ia mengaku belum merasakan manfaat donor darah secara langsung, namun ia merasa tubuhnya menjadi lebih segar.

“Kalau misalnya di tubuh secara langsung itu belum terlalu merasakan karena belum rutin. Tapi mungkin lebih ke perasaan aja sih ya, jadi merasa lebih enak dan seger aja. Siklus darahnya kan jadi berputar, kita juga memberi darah ke orang lain dan itu ada sensasi serta kepuasaan tersendiri yang dirasakan,” ucapnya saat diwawancarai di Aula Student Center UIN Jakarta, Kamis (27/6).

Anggita berpesan agar mahasiswa dapat lebih peduli untuk mendonorkan darah karena dapat mendatangkan banyak manfaat bagi tubuh. Ia berpendapat bahwa donor darah juga bisa dijadikan sebagai patokan bagi mahasiswa untuk tetap menjaga kondisi tubuh.

“Kita jadi lebih sehat pola hidupnya, karena kalau mau donor darah harus menjaga hemoglobin darah, sehingga otomatis kita akan lebih menjaga kesehatan kan. Jangan begadang dulu, makan juga jadi lebih teratur, terus rajin olahraga biar kita bisa tetep donor darah. Jadi at least kita ada alasan untuk hidup sehat. Dan juga kayak ada kepuasan tersendiri karena bisa berbagi dan membantu orang lain tanpa harus mengeluarkan uang,” jelasnya.

Senada dengan itu, Dara juga mengajak mahasiswa untuk rajin mendonorkan darah demi menjaga kesehatan organ dalam tubuh. Selain itu, donor darah juga bisa menjadi bentuk pelayanan sosial mahasiswa pada masyarakat.

“Sebenarnya tidak perlu takut untuk donor darah asalkan sudah sesuai dengan kriteria. Kalau kita melakukan donor darah, sel darah akan terganti dengan sel darah baru. Itu akan memengaruhi organ-organ dalam. Semisal organ ginjalnya sudah tidak berjalan dengan baik, dengan adanya bantuan dari sel darah merah baru, pasokan oksigen yang baru, itu lama-lama bisa membantu kinerja organ agar dapat berfungsi secara maksimal kembali. Selain itu juga untuk pelayanan sosial, kita harus mikirin kondisi manusia lain di luar yang butuh banyak bantuan darah,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *