Tren Fashion dan Pemaknaan Hijab di Kalangan Muslimah Terkini

Ilustrasi hijab sebagai tren fashion. Journo Liberta/Andini Nur Alfiyanti.

Journoliberta.com – Penggunaan hijab kini hadir dengan beragam model yang mengikuti perkembangan tren fashion. Cara mengenakannya pun semakin bervariasi, mulai dari pemilihan warna dan model hingga cara pemakaian yang terkadang membuat bagian leher atau telinga masih terlihat.

Ketentuan menutup aurat bagi perempuan Muslim disebutkan dalam Surah An-Nur ayat 31. Ayat tersebut memerintahkan perempuan beriman untuk menjaga pandangan, memelihara kehormatan, serta menutupkan kain kerudung hingga menutupi bagian dada.

Bacaan Lainnya

Penelitian jurnal berjudul Menutup Aurat Dalam Pandangan Ulama Kontemporer, menyebut penggunaan hijab pada era modern semakin marak, tetapi masih ditemukan cara pakai yang tidak sesuai dengan tuntunan syariat. Jurnal tersebut juga mencatat adanya pergeseran pemaknaan hijab bagi sebagian Muslimah yang menjadikannya bagian dari gaya hidup dan tren fashion.

Sementara itu, Ustazah Harti, menjelaskan hijab tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menjadi bagian dari ketaatan seorang Muslimah kepada Allah SWT. Menurutnya, penggunaan hijab berkaitan dengan upaya menjaga aurat, kehormatan, serta identitas keislaman.

“Menurut saya, hijab bukan sekadar kain atau bagian dari fashion. Jadi, ketika memakai hijab, yang kita jaga tidak hanya penampilan, tetapi juga niat, sikap, dan akhlak,” ujar Harti saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin (21/9).

Lebih lanjut, Harti menilai perkembangan model hijab diperbolehkan selama tetap memerhatikan batasan aurat dalam Islam. Ia menekankan pentingnya penggunaan hijab yang tidak transparan dan ketat serta tetap diiringi dengan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita boleh mengikuti fashion, tetapi tetap perlu memahami batasan aurat yang ditetapkan dalam Islam. Hijab bukan hanya tentang apa yang kita kenakan di kepala, tetapi bagaimana kita menjaga perkataan, perilaku dan pergaulan,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Harti, pemaknaan hijab sebagai bagian dari fashion dapat menggeser nilai ibadah apabila penampilan menjadi tujuan utamanya. Namun, fashion dan syariat tetap dapat berjalan beriringan selama prinsip menutup aurat tidak diabaikan.

“Fashion dan syariat tidak harus dipertentangkan. Kita tetap boleh tampil rapi, cantik, dan mengikuti perkembangan mode selama tidak mengabaikan prinsip menutup aurat,” ucapnya.

Harti menyarankan agar perempuan Muslim bijak dalam mengikuti tren hijab dan tidak menganggap semua tren perlu diikuti. Ia juga mengingatkan agar perempuan tidak saling menghakimi, karena hijab merupakan bagian dari proses belajar untuk taat kepada Allah SWT. 

“Bagi saya, hijab itu bukan tentang siapa yang paling modis dan bukan pula tentang siapa yang paling sempurna. Hijab adalah perjalanan seorang Muslimah untuk belajar taat kepada Allah. Kita boleh mengikuti zaman, tapi jangan sampai zaman yang mengubah prinsip agama kita,” tutupnya.

 

Penulis: Adelia Putri Haryati

Editor: Lisda Dwi Nasywa

Pos terkait