Journoliberta.com – Koneksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan Alipay di Tiongkok memunculkan pembahasan baru mengenai kebijakan ekonomi digital Indonesia di tengah berkembangnya transaksi lintas negara. Langkah ini mempermudah pembayaran lintas negara dan memperkuat kedaulatan sistem pembayaran nasional serta memperluas posisi Indonesia dalam ekonomi global.
Dosen Teknologi Bank UIN Jakarta, Rinda menilai integrasi QRIS dengan Alipay memiliki dua aspek, yakni perluasan sistem pembayaran digital nasional sekaligus bagian dari transformasi teknis menuju ekosistem transaksi nontunai. Ia juga menegaskan, penetapan langkah tersebut sebagai strategi ekonomi formal masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah, meskipun secara teknologi telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.
“Integrasi ini dapat dilihat sebagai bagian dari strategi ekonomi yang mendukung perluasan sistem pembayaran digital nasional sekaligus pengembangan teknis dalam transformasi transaksi nontunai yang kini semakin akrab di masyarakat, meskipun untuk disebut sebagai strategi ekonomi secara resmi tetap diperlukan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah,” ujar Rinda saat ditemui di Fakultas Sains dan Teknologi, Senin (11/05).
Rinda menjelaskan, integrasi sistem pembayaran Indonesia dan Tiongkok harus dipahami melalui regulasi masing-masing negara serta aspek legalitas yang berlaku. Ia juga menilai dolar Amerika Serikat (AS) masih memiliki dominasi kuat dalam sistem keuangan global, sehingga pengaruh integrasi terhadap penggunaannya belum dapat dipastikan dan masih perlu diamati dalam jangka panjang.
“Integrasi sistem pembayaran Indonesia dan Tiongkok perlu dipahami melalui regulasi serta legalitas yang berlaku di masing-masing negara karena hal tersebut menunjukkan perkembangan arsitektur transaksi lintas negara, meskipun posisi dolar AS masih sangat kuat dalam sistem keuangan global sehingga dampaknya terhadap pengurangan penggunaan dolar masih perlu diamati dalam jangka panjang,” jelasnya.
Personal Trader dan Investment Specialist, Ilham Fauzan menyebut keterhubungan QRIS dengan Alipay memberikan sejumlah manfaat karena QRIS dirancang untuk menyederhanakan transaksi dan menekan biaya administrasi melalui mekanisme transfer tanpa banyak perantara. Ia menilai efisiensi ini membuat QRIS lebih adaptif bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sekaligus membuka peluang transaksi lintas negara dengan biaya yang lebih rendah sehingga penggunaannya berpotensi meningkat.
“Kerja sama QRIS dengan Alipay membawa banyak dampak positif karena sistem ini dirancang untuk mempermudah transaksi dan menekan biaya administrasi melalui mekanisme transfer yang lebih langsung tanpa banyak perantara, sehingga menjadi lebih efisien, adaptif bagi UMKM, serta membuka peluang transaksi lintas negara dengan biaya yang lebih terjangkau,” tegas Ilham saat diwawancarai via WhatsApp, Minggu (10/05).
Lebih lanjut, ia menyatakan kolaborasi tersebut memudahkan wisatawan Indonesia di luar negeri karena tidak perlu melakukan penukaran mata uang secara manual. Ia menambahkan, sistem ini membuka peluang bagi UMKM untuk menerima pembayaran luar negeri melalui QRIS sekaligus memperluas jangkauan bisnis tanpa terbebani biaya konversi mata uang.
“Kolaborasi QRIS dengan Alipay memudahkan wisatawan Indonesia di luar negeri karena tidak perlu lagi melakukan penukaran mata uang secara manual yang menimbulkan biaya tambahan, sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk menerima pembayaran dari luar negeri melalui QRIS tanpa terbebani biaya transfer maupun konversi mata uang,” jelasnya.
Ia menambahkan sistem ini menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menghadirkan inovasi pembayaran yang lebih efisien dan seimbang tanpa menguntungkan satu pihak saja. Ia juga berharap efisiensi tersebut dapat mendukung stabilitas ekonomi nasional serta meningkatkan ketahanan ekonomi.
“Melalui sistem ini, Indonesia dapat menunjukkan inovasi pembayaran yang lebih efisien dan seimbang tanpa hanya menguntungkan satu pihak, sehingga diharapkan mampu mendukung stabilitas ekonomi nasional serta memperkuat ketahanan terhadap berbagai dinamika ekonomi,” pungkasnya.