Suara yang Teredam dari Korban Pelecehan Seksual

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

Journoliberta.com – Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 3 Tangerang Selatan mengalami pelecehan seksual oleh senior kerjanya saat menjalani Pelatihan Kerja Lapangan (PKL) di UIN Jakarta pada bulan Februari lalu. Alih-alih menerima dukungan, korban sebut saja Raisa (nama samaran) justru disalahkan karena dinilai belum mampu beradaptasi di lingkungan kerja.

“Setelah kejadian, aku coba lapor ke wali kelas tetapi mereka justru bilang katanya aku belum beradaptasi sama dunia kerja dan itu hal biasa di dunia kerja,” tukasnya saat diwawancarai via WhatsApp, Selasa (15/4).

Kronologi Kejadian

Pada 13 Februari 2025, korban yang saat itu berada di tempat PKL membantu temannya mengecek barang di gudang bersama pelaku yang merupakan senior kerjanya. Korban dari awal berniat membantu temannya agar tidak sendirian, karena dari awal sudah menaruh rasa curiga kepada pelaku.

Saat mengecek barang, Raisa menemukan barang yang tidak terdata dan memanggil pelaku untuk bertanya. Tak lama kemudian pelaku datang, Raisa pun bertanya dan menjelaskan. Namun, secara tiba-tiba pelaku tertawa dan tidak lama kemudian menepuk bokongnya. Raisa marah dan menegur pelaku atas perbuatannya yang ia anggap tidak sopan.

Setelah itu Raisa keluar dari gudang dengan dilingkupi rasa takut dalam dirinya karena telah berucap demikian. Teman korban, Fira yang tidak mendengar apa yang terjadi, bertanya pada korban lalu korban menceritakan semuanya.

Saat korban menceritakan kepada temannya, kebetulan didengar oleh rekan yang merupakan korban lainnya. Sebut saja, Febi yang juga pernah mengalami hal serupa. Febi kemudian mendorong Raisa untuk melapor ke penanggung jawab anak PKL.

Di sisi lain, pelaku muncul dari gudang dan melihat kerumunan di meja korban lalu menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan bahwa ia hanya bercanda. Namun, korban menjawab dengan tegas jika perbuatannya tidak pantas.

Selain itu, korban juga melapor ke pihak Kepala Bagian (Kabag) setempat dan menceritakan semuanya. Pihak Kabag menyampaikan permohonan maaf atas perilaku pelaku yang dianggap sudah lama seperti itu.

Di satu sisi, saat melapor ke wali kelas, korban justru dinilai belum bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja. Selain itu, korban juga disalahkan atas laporannya ke pihak penanggung jawab anak PKL oleh pihak yang menerimanya PKL di UIN Jakarta. Mendapati jawaban tersebut, Raisa menyayangkan sikap wali kelasnya dan pihak penerima yang justru menyudutkannya.

“Seharusnya dikasih dukungan, bukan terkesan menyalahkan aku, karena aku korban,” tukasnya.

Respon Pihak PSGA UIN Jakarta

Menanggapi hal ini, pihak Pusat Studi dan Gender Anak (PSGA) UIN Jakarta, Wiwi Siti Sajaroh menjelaskan bahwa, korban kasus pelecehan seksual memiliki hak untuk berbicara, hak atas privasi, serta hak mendapatkan perlindungan dari lembaga terkait.

“Kalau korban pelecehan seksual itu sebenarnya butuh untuk didengar, makanya tugas kita mendengar keluhannya, kemudian menjaga privasinya, korban juga berhak untuk meminta bantuan lapor ke pihak atas seperti Komisi Nasional (Komnas) Perempuan,” ujar Wiwi saat diwawancarai via WhatsApp, Sabtu (19/4).

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada seluruh sivitas akademika UIN Jakarta untuk menentang keras pelecehan seksual yang tidak hanya merusak akhlak, tetapi juga berdampak negatif pada masa depan generasi dan merusak reputasi kampus.

“Kepada sivitas akademik, tindakan pelecehan seksual itu harus dinafikan karena perbuatan itu merusak akhlak, berdampak buruk terhadap masa depan bahkan merusak citra kampus. Apalagi kampus kita islami, di mana pelecehan seksual itu melanggar ajaran Islam,” tukasnya

Sementara itu, Raisa meminta masyarakat untuk berhenti menyalahkan pihak korban dalam kasus pelecehan seksual. Ia juga menegaskan, bahwa yang seharusnya disalahkan adalah pelaku, bukan korban.

“Tolong berhenti menyalahkan korban atas kasus pelecehan seksual, jangan bilang ini hal yang wajar, kamu belum beradaptasi, dan lainnya, yang salah adalah pelaku bukan korban!” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *