HIMAFI Hadirkan Pembelajaran Sains Interaktif Melalui Pengabdian Masyarakat

Journoliberta.com – Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) UIN Jakarta kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Physics Humanity Action (PHYTON) 3.0 pada Sabtu (29/11). Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Yayasan Pembangunan Masyarakat Sejahtera (YPMS) Pamulang dengan misi utama menanamkan nilai kepedulian sosial di masyarakat. 

Ketua Pelaksana PHYTON 3.0, Gerry Giblatar Tjokra menjelaskan, program ini merupakan wadah bagi mahasiswa fisika untuk mengimplementasikan nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam aspek pengajaran dan pengabdian masyarakat. Ia mengatakan program ini menyasar anak-anak yatim piatu dengan konsep edukasi, eksperimen sains sederhana, serta aksi sosial.

“Kegiatan ini sebagai wadah bagi mahasiswa fisika untuk berbagi dan mewujudkan poin Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat. Sasaran kami merupakan anak yatim dan piatu yang tidak hanya membutuhkan bantuan melainkan juga pengajaran,” ucap Gerry saat diwawancarai via WhatsApp, Jumat (5/12).

Di samping itu, Gerry menambahkan, nilai yang ditekankan melalui program ini adalah nilai kepedulian mahasiswa dengan mengaplikasikan ilmu fisika untuk tujuan yang mulia. Ia menyebut kegiatan ini tidak hanya berupa penyampaian materi, namun dilengkapi dengan eksperimen fisika dasar untuk anak-anak dan remaja di panti asuhan.

“Kami tidak hanya memberikan pengajaran melalui penyampaian materi saja, melainkan juga dengan mengadakan eksperimen fisika dasar untuk anak-anak dan perakitan prototype robotik untuk remaja di panti asuhan,” lanjut Gerry.

Salah satu panitia, Happy Piyu Deputra mengungkapkan motivasinya mengikuti kegiatan ini karena keinginan untuk berkontribusi nyata kepada anak-anak yatim piatu. Selama mengikuti kegiatan, Piyu mengatakan pengalaman paling berkesan menurutnya adalah suasana interaksi langsung dengan anak-anak.

“Saya ingin belajar tidak hanya di kampus, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Melihat antusiasme anak-anak panti membuat saya merasa bahwa kehadiran kami benar-benar memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi mereka, meskipun dari hal-hal yang sederhana,” ungkap Piyu saat diwawancarai via WhatsApp, Sabtu (6/12).

Melalui kegiatan ini, Piyu memperoleh pengalaman dan pembelajaran baru. Ia mengatakan kegiatan ini menumbuhkan rasa empati, kepedulian, serta kemampuan untuk peka terhadap kondisi orang lain.

“Saya belajar tentang rasa empati, rasa kepedulian, dan pentingnya rasa bersyukur. Selain itu, saya juga belajar untuk lebih peka terhadap kondisi orang lain serta mengendalikan emosi dalam bekerja di dalam tim maupun saat berhadapan langsung dengan anak-anak,” ucap Piyu.

Kegiatan PHYTON 3.0 ini mendapat sambutan baik dari pihak Panti Asuhan YPMS Pamulang. Asisten kepala panti, Apriyanto menilai program ini bukan sekadar kunjungan semata, tapi juga sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap anak-anak yang membutuhkan. Ia mengungkapkan, banyak manfaat yang diterima, seperti pengalaman belajar yang menarik dan interaktif, serta pengalaman baru tentang fisika bagi anak-anak.

“Anak-anak diperkenalkan dengan pengetahuan baru tentang fisika. Kepedulian nyata dari mahasiswa juga membuat anak-anak merasa sangat dirangkul dan diperhatikan yang membantu menumbuhkan rasa percaya diri dan berani mencoba hal baru,” ungkap Apriyanto saat diwawancarai via WhatsApp, Sabtu (6/12).

Selain itu, Apriyanto juga menilai dukungan dari mahasiswa sangat penting bagi perkembangan anak-anak panti. Ia percaya mahasiswa dapat menjadi teladan yang dekat secara usia, sehingga lebih mudah memberikan inspirasi terkait pendidikan dan cita-cita.

“Mahasiswa menjadi role model yang dekat dengan usia mereka, sehingga lebih mudah memberikan inspirasi terkait pendidikan dan cita-cita. Pendekatan belajar yang kreatif membuat anak-anak lebih bersemangat dan termotivasi untuk belajar. Bahkan beberapa anak menjadi lebih ingin tahu dan tertarik mempelajari fisika setelah mengikuti rangkaian kegiatan,” tutur Apriyanto.

Lebih lanjut, Apriyanto berharap kerja sama dengan mahasiswa dapat terus berlanjut. Ia melihat potensi besar dari kolaborasi jangka panjang demi perkembangan anak-anak.

“Panti berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut dan berkembang, tidak hanya untuk kegiatan edukasi tetapi juga pembinaan karakter, mentoring belajar, serta kegiatan sosial lainnya. Dengan hubungan yang berkelanjutan, anak-anak dapat menerima dampak positif yang lebih besar dan konsisten dari para mahasiswa,” tutupnya.

Tulisan ini merupakan bagian dari Media Partner dengan Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) UIN Jakarta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *