MP yang Mencoba Bertahan

WhatsApp2BImage2B2019 04 022Bat2B21.26.43
Aliansi MP Menolak Pindah
“Kami segenap
mahasiswa Manajemen Pendidikan bersikeras menolak pindah ke gedung PPG!”
Seru
sejumlah mahasiswa Manajemen Pendidikan
UIN Jakarta yang melakukan aksi terkait relokasi
gedung kegiatan belajar mengajar, Senin
(4/3/2019).

Sudah memasuki bulan kedua sejak mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan (FITK) program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI),
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
(PIPS) menggunakan gedung Pelatihan Profesi Guru (PPG) yang berada di Sawangan
, Bojongsari, Depok. Namun hingga saat ini Jurusan Manajemen Pendidikan (MP) masih menolak untuk pindah.
Seperti surat lampiran yang Journoliberta terima, empat prodi FITK akan
menempati gedung PPG di  
Sawangan, termaksud Prodi Manajemen Pendidikan.

Alasan mengapa
prodi MP menolak pindah karena gedung baru yang akan dipakai dikhususkan bagi
para guru maupun mahasiswa yang memerlukan sertifikasi guru.

“Manajemen
pendidikan bukanlah prodi yang akan mencetak mahasiswanya sebagai guru
melainkan menjadi orang manajemen,” ujar Kepala Jurusan Manajemen Pendidikan
, Hasyim Asy’ari.

Menurut Hasyim
mahasiswa MP adalah orang yang nantinya akan mengurus dan menjadi pemimpin
dalam pendidikan. Jika harus merelokasi beberapa jurusan seyogyanya yang
berorientasi pada pelatihan profesi guru saja yang
dipindah, karena hal itu lebih cocok ke
bidang yang dipelajarinya.

Mahasiswa MP juga
menuntut pihak dekan
dan jajarannya untuk memberikan
alasan yang past
i
melalui Surat Keputusan (SK) maupun hasil notulensi yang sudah dirapatkan
berkali-kali oleh pihak dekan.
Selama
ini pihak Manajemen Pendidikan hanya diberikan surat lampiran yang berisi
rencana relokasi ruang kantor jurusan dan ruang dosen.

“Saya
rasa hal seperti tidak membutuhkan surat keputusan, Fakultas Adab (FAH) dan Ekonomi (FEB) saja tidak menggunakan itu,” ungkap Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum FITK,  Sofyan.

“Kami sudah
mengadakan audiensi dengan pihak dekanat, salah satu tuntutan kami adalah kami
ingin tahu atas pertimbangan apakah Prodi Manajemen Pendidikan dipindah. Tapi
ya begitu, semua pertanyaan kami dijawab dengan sangat tidak memuaskan bahkan
selalu dialihkan ke topik yang lain,” jelas Ketua Aliansi MP Menolak Pindah
, Fahri.

Baca juga: Audiensi MP (Masih) Menolak Pindah


Di
sisi lain, 
Kepala Jurusan
Manajemen Pendidikan
juga telah memberikan
rekomendasi terkait jurusan mana yang lebih cocok untuk pindah. Namun pihak
rektorat dan dekan
tak menggubrisnya. 

Ketika hal ini
sudah diputuskan oleh dekan, Prodi Manajemen Pendidikan tidak mengetahui
apapun, mereka tidak diikutsertakan dalam proses pemutusan relokasi. Keputusan
relokasi hanya disampaikan melalui pesan whatsapp
berupa foto surat lampiran
.

“Surat keputusan
tidak ada, bilang rapat sudah diadakan berkali kali tetapi dimintai hasil
notulensi tidak pernah sampai, pemberitahuan
pun disampaikan oleh pihak lain. Itu pun melalui pesan whatsapp berupa foto surat lampiran,” ujar Hasyim Asy’ari

Sejauh ini
mahasiswa MP sudah melakukan aksi kepada pihak dekan. Tidak hanya itu mereka
juga membuat posko di depan lobi barat Fakultas Tarbiyah yang bertujuan untuk
mewadahi mahasiswa yang mempunyai keluhan ataupun pengaduan.

Mahasiswa MP juga telah melakukan audiensi pertama bersama pihak dekan yang diadakan pada Jumat (25/1/2019).
Selanjutnya pada
Senin (1/4/2019) lalu diadakan audiensi kedua.

Menurut Dekan FITK, Sururin, fasilitas di gedung PPG dirasa sudah cukup dan layak digunakan oleh mahasiswa. Mulai dari bangunannya, kursi dan meja, kamar mandi juga musala untuk salat.

“Fasilitas di sana juga lebih baik dari pada fasilitas di sini, jadi tidak ada kekurangan fasilitas utama,” tuturnya.

Namun Fahri juga mengeluhkan lingkungan yang dianggapnya masih belum mendukung terutama dalam hal organisasi.

“Kami mempelajari
organisasi, maka lingkup kami pun harus bersandingan dengan berbagai macam
organisasi. Sedangkan di kampus III Sawangan berupa lab
oratorium. Masa iya UKM mau dipindah ke sana juga? Ini artinya
bukan dari segi alasan saja yang kami ingin tuntut, tapi lingkungan kampus juga
harus mendukung,”
keluhnya.


(Lia)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *