Journoliberta.com – UIN Jakarta menghadirkan armada bus listrik (bilis) baru sebagai bagian dari pengembangan transportasi kampus. Namun hingga saat ini, armada tersebut belum dioperasikan, sementara mobilitas mahasiswa masih dilayani oleh bilis lama yang tetap beroperasi seperti biasa.
Pihak pengelola bilis, Anton (nama samaran) menyampaikan bahwa armada baru belum bisa digunakan karena masih dalam tahap persiapan operasional. Ia juga mengatakan, bahwa armada baru masih dalam proses penyesuaian sebelum dapat digunakan secara penuh.
“Masih dalam tahap penyesuaian dan persiapan sebelum bisa dioperasikan secara penuh,” ujar Anton (nama samaran) saat diwawancarai langsung di Kampus 1 UIN Jakarta, Rabu (15/4).
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara armada lama dan baru dari sisi kapasitas serta kenyamanan penumpang. Selain itu, pengoperasian armada baru belum dilakukan karena masih ada sejumlah aspek yang perlu disiapkan, termasuk kesiapan teknis dan proses pengujian yang belum dilakukan secara menyeluruh untuk penggunaan oleh mahasiswa.
“Bilis yang baru memiliki kapasitas penumpang yang lebih besar dibandingkan yang lama, serta desain bangku yang juga sedikit berbeda untuk menyesuaikan kenyamanan dan daya tampung. Sudah ada proses uji coba, tapi masih terbatas dan belum untuk operasional penuh bagi mahasiswa,” jelasnya.
Di sisi lain, layanan transportasi kampus tetap berjalan dengan memanfaatkan armada yang sudah ada. Keberadaan bilis lama masih digunakan untuk menjaga kelancaran mobilitas mahasiswa sehari-hari.
“Bus yang lama masih layak dan siap digunakan untuk menunjang mobilitas mahasiswa saat ini.” ungkapnya.
Sementara itu, mahasiswa UIN Jakarta Program Studi (Prodi) Jurnalistik, Amat, menilai keberadaan armada bilis baru belum dimanfaatkan secara optimal. Ia melihat fasilitas yang sudah tersedia seharusnya dapat segera digunakan oleh mahasiswa.
“Fasilitas sudah ada, tapi belum dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya saat diwawancarai di Kampus 1 UIN Jakarta, Selasa (14/4).
Mahasiswa lainnya, Rovi, melihat kondisi ini masih dapat dimaklumi karena berkaitan dengan tahap pengembangan fasilitas baru. Ia menilai proses penyesuaian merupakan hal yang wajar sebelum armada digunakan secara penuh.
“Masih wajar sih, mungkin masih proses atau masih dalam tahap pengembangan,” jelasnya saat diwawancarai di Kampus 1 UIN Jakarta, Selasa (14/4).
Berbeda dengan Amat dan Rovi, mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial (Kessos), Ojo menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidaksiapan dalam pelaksanaan. Ia menyoroti belum optimalnya realisasi dari perencanaan yang telah dilakukan.
“Perencanaan ada, tapi pelaksanaannya belum matang,” ungkapnya saat diwawancarai di Kampus 1 UIN Jakarta, Selasa (14/4).