Local Volunteer Summer Peak 2026 oleh AIESEC in USU: Kolaborasi Lintas Negara Melalui Project On The Map untuk Mendukung Pertumbuhan UMKM

Local Volunteer Summer Peak 2026 dalam Project On The Map oleh AIESEC in USU. (Dokumentasi Komunitas).

Medan, Indonesia – AIESEC in USU kembali menghadirkan pengalaman pengembangan kepemimpinan bagi generasi muda melalui Local Volunteer Summer Peak 2026 dalam Project On The Map. Berlangsung dari 7 Juli hingga 13 Agustus 2026, program ini mempertemukan sembilan Local Volunteer dari Indonesia dengan empat Exchange Participant (EP) dari Vietnam, Kenya, dan Singapura untuk berkolaborasi dalam mendukung pengembangan UMKM di Kota Medan.

Project On The Map merupakan proyek pengembangan masyarakat yang berfokus pada penguatan kapasitas UMKM lokal melalui pengembangan kemampuan bisnis, branding, dan strategi promosi dalam kerangka pariwisata berkelanjutan. Project ini berkontribusi terhadap Sustainable Development Goal (SDG) 8: Decent Work and Economic Growth atau Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong peningkatan daya saing usaha serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Sembilan Local Volunteer yang berpartisipasi dalam project ini adalah Muhammad Hamzah, Sabrina Pasya Harahap, Nasya Salsabila, Agnes Refaya Agustine Silalahi, Pradipta Ramadhistie, Faya Zaskia Lubis, Evra Jesica Purba, Leonard Auguste, dan Cecilia Maharani. Mereka berkolaborasi bersama empat Exchange Participant, yaitu Ngoc Huyen Hoang dari Vietnam, Tanya Wambui dan Marie Watiri Njagi dari Kenya, serta Advait dari Singapura.

Kolaborasi lintas negara tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk saling bertukar perspektif dan pengalaman sekaligus memahami lebih dekat perkembangan UMKM lokal. Selama project berlangsung, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran di dalam sesi, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang mempertemukan mereka dengan pelaku usaha, institusi, serta produk-produk lokal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Rumah BUMN dan Dinas Koperasi, yang memberikan peserta pemahaman mengenai peran lembaga dalam mendukung dan mengembangkan UMKM. Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat melihat lebih dekat bagaimana UMKM mendapatkan dukungan untuk mengembangkan usaha mereka serta memahami kondisi dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal.

Peserta juga melakukan pemetaan UMKM menggunakan berbagai alat pemetaan, yang membantu mereka mengidentifikasi kondisi, kebutuhan, serta tantangan yang dimiliki oleh masing-masing usaha. Proses ini menjadi dasar bagi peserta untuk memahami permasalahan UMKM secara lebih terarah sebelum menentukan solusi yang sesuai.

Pengalaman lapangan kemudian dilanjutkan melalui kegiatan Car Free Day (CFD). Dalam kegiatan ini, peserta berkesempatan untuk melakukan wawancara secara langsung dengan pelaku usaha kecil dan menengah. Interaksi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana pelaku usaha menjalankan bisnisnya, berinteraksi dengan konsumen, serta menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Salah satu kunjungan yang memberikan pengalaman berbeda bagi peserta dilakukan di Oil Palm Science Techno Park (OSTP). Peserta melihat secara langsung proses pengolahan produk berbasis kelapa sawit, termasuk proses pembuatan cokelat menggunakan minyak sawit. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai bagaimana sumber daya lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah serta potensi ekonomi.

Selain berbagai kunjungan dan kegiatan lapangan, peserta juga mengikuti sejumlah sesi pengembangan kapasitas yang berkaitan langsung dengan kebutuhan UMKM. Peserta mempelajari cara membangun branding produk, membuat konten yang menarik, serta mengembangkan konten promosi yang dapat membantu meningkatkan daya tarik dan jangkauan sebuah usaha.

Pembelajaran juga mencakup literasi keuangan, yang membantu peserta memahami pentingnya pengelolaan keuangan dalam keberlangsungan sebuah usaha. Peserta turut mempelajari proses pembuatan batik secara langsung, memberikan pengalaman mengenai salah satu produk lokal yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi.

Untuk memastikan proses pembelajaran tidak berhenti pada pemberian materi, peserta juga melakukan pemantauan UMKM setiap minggu. Melalui kegiatan ini, peserta dapat melihat perkembangan UMKM, memahami kebutuhan yang muncul selama proses pendampingan, serta memberikan masukan yang sesuai berdasarkan kondisi masing-masing usaha.

Peserta juga mengunjungi Gallery SMEs Dekranasda untuk melihat berbagai produk UMKM yang telah dikembangkan dan dipasarkan. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memahami bagaimana produk lokal dapat ditampilkan, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas.

Berbagai kegiatan dalam Project On The Map menggabungkan penelitian, pengembangan kapasitas, observasi lapangan, konsultasi, serta penerapan secara langsung. Peserta tidak hanya mempelajari konsep mengenai bisnis dan pemasaran, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan tersebut melalui interaksi dan pendampingan terhadap UMKM.

Salah satu Local Volunteer, Muhammad Hamzah, mengungkapkan bahwa mengikuti Local Volunteer menjadi pengalaman yang sangat bermakna dan menyenangkan baginya. Sebagai seseorang yang senang bertemu dengan orang-orang baru, kesempatan untuk bekerja bersama peserta dengan latar belakang dan kepribadian yang berbeda menjadi salah satu bagian yang paling ia nikmati. Ia mengatakan, “I really enjoyed six weeks and seeing everyone had their own ideas and personality while still working together on the GV with the same goal that we have, and I think that’s what made the experience so beneficial for me.

Selama mengikuti project, Hamzah juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris. Di sisi lain, keterlibatannya dalam project On The Map membuatnya mendapatkan pemahaman baru mengenai marketing, branding, serta bagaimana sebuah usaha kecil dijalankan. Menurut Hamzah, “I got also to improve my communication, and also my English speaking as well. I learned about marketing, I learned about branding and of course I have to learn and understand how small business is actually operated which is such a plus for me.

Namun, bagi Hamzah, pengalaman tersebut tidak hanya tentang keterampilan yang diperoleh. Hubungan dan pertemanan yang terbentuk selama project menjadi bagian yang tidak kalah berarti dan menjadi salah satu hal yang ingin ia bawa setelah pengalaman tersebut berakhir. Ia menyampaikan, “Beyond the skills that I’ve just mentioned, the connection and friendship that I made along the way was definitely something that I always carry with me.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Local Volunteer dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkembang melalui pengalaman langsung. Di dalam Project On The Map, peserta tidak hanya belajar mengenai pengembangan UMKM, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja dalam tim, beradaptasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam situasi nyata.

Melalui Local Volunteer Summer Peak 2026 dalam Project On The Map, AIESEC in USU kembali menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Dengan mendukung UMKM melalui pengembangan kapasitas, branding, dan strategi promosi, project ini menjadi salah satu bentuk kontribusi generasi muda terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan pengembangan potensi usaha masyarakat.

Pada akhirnya, Project On The Map tidak hanya memberikan pengalaman bagi peserta untuk mengenal UMKM lebih dekat, tetapi juga menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi lokal dapat didukung melalui kolaborasi, pengetahuan, dan tindakan nyata. Pertemuan antara generasi muda dari berbagai negara dengan pelaku UMKM menjadi bagian dari proses belajar bersama yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta maupun komunitas yang terlibat.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan AIESEC in USU, kunjungi akun Instagram resmi @youthleaders.usu.

 

Artikel ini merupakan bagian dari Media Partner dengan AIESEC in USU. Tulisan tidak mewakili redaksi.

Pos terkait