Taman Bendera Pusaka Diresmikan, Tambah Ruang Terbuka Jakarta

Journoliberta.com – Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Pramono Anung, bersama Presiden kelima Republik Indonesia (RI) Megawati Soekarnoputri, meresmikan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan pada Sabtu (14/3). Peresmian tersebut menandai hadirnya ruang terbuka hijau baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, maupun melakukan berbagai aktivitas lainnya.

Dalam konferensi pers, Pramono menyampaikan, Taman Bendera Pusaka merupakan hasil penggabungan tiga taman yang sebelumnya terpisah, yaitu Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser. Ia mengatakan, penyatuan kawasan tersebut dilakukan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih luas dan nyaman bagi masyarakat.

“Kami meresmikan Taman Bendera Pusaka yang merupakan hasil penyatuan tiga taman yaitu Taman Ayodya, Leuser, dan Langsat dengan luas 5,6 hektare. Taman ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan ruang publik yang nyaman dan inklusif,” tutur Pramono saat peresmian di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3).

Pramono menjelaskan, desain Taman Bendera Pusaka terinspirasi dari filosofi Sang Saka Merah Putih dengan membagi kawasan zona merah yang aktif dan zona putih reflektif. Ia juga menyebutkan bahwa taman tersebut dilengkapi berbagai jenis tanaman, termasuk beberapa tanaman langka, serta patung Fatmawati sebagai bentuk penghormatan terhadap penjahit bendera pusaka.

“Terdapat 12 jenis tanaman dengan total 285 pohon, termasuk beberapa pohon langka seperti menteng, eboni, cempaka, dan kecapi. Di taman ini juga terdapat patung Fatmawati sebagai bentuk penghormatan karena beliau yang menjahit bendera pusaka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pramono mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum karena area parkir di sekitar taman terbatas. Pramono juga menegaskan masyarakat untuk tidak menggunakan taman sebagai tempat bermalam demi menjaga kenyamanan kawasan tersebut.

“Pengunjung yang datang ke taman diharapkan menggunakan transportasi umum karena terjangkau dari mana saja. Lalu karena taman dibuka 24 jam, pengunjung tidak diperkenankan untuk tidur atau bermalam karena ada kamera pengawas dan petugas keamanan yang akan menegur,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Fajar Sauri mengatakan, pembangunan Taman Bendera Pusaka telah berlangsung sekitar enam bulan sejak peletakan batu pertama pada 8 Agustus 2025. Ia menambahkan, pembangunan taman tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan pihak swasta.

“Peletakan batu pertama pada 8 Agustus 2025 oleh Presiden kelima Megawati, Gubernur DKI Jakarta, dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Taman ini juga dibangun melalui kolaborasi dengan pihak swasta dan diharapkan menjadi ruang terbuka hijau yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Fajar saat sambutan di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3).

Di sisi lain, salah satu pengunjung, Rama, mengaku senang dengan kehadiran Taman Bendera Pusaka sebagai ruang terbuka dengan fasilitas yang beragam. Rama juga berharap fasilitas yang tersedia dapat terus dijaga agar taman tetap nyaman digunakan masyarakat

“Menurut saya tamannya bagus dan nyaman untuk bersantai atau olahraga. Fasilitasnya juga banyak, jadi warga punya pilihan tempat rekreasi di Jakarta. Semoga tamannya tetap terawat supaya warga bisa terus menikmati,” ucap Rama saat diwawancarai di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *