Journoliberta.com – Festival Teater Jakarta (FTJ) kembali digelar pada 16-30 Oktober 2025 di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat. FTJ 2025 menampilkan 15 grup teater di babak final dengan mengangkat tema utama bertajuk “Re-Start”. Selain itu, terdapat forum diskusi biografi penciptaan pada 19 Oktober hingga 3 November 2025 di Warung Festival Teater Jakarta.
Sutradara sekaligus aktor “Peot-peot” dari Mata Art Community, Yusuf menyatakan bahwa tema “Re-Start” memiliki arti mengulang sehingga mereka membawakan tema dekonstruksi untuk menyelarasi tema FTJ 2025. Ia juga menjelaskan bahwa grup teaternya menampilkan representasi perempuan yang bangkit melawan patriarki di kalangan masyarakat.
“Terutama wanita, dengan kelemahannya. Ya, itu tidak terlihat sebagai kaum patriarki, (terlihat seperti) kaum yang terpinggirkan, yang tidak pernah didengar, seperti itu. Jadi, kaum-kaum sub-altern itu kaum yang dipinggirkan. Mewakili itu semua,” jelas Yusuf saat diwawancarai di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (26/10).
Selain itu, ia menyatakan bahwa antusiasme penonton pada FTJ 2025 cukup meningkat. Ia juga menyatakan bahwa FTJ 2025 cukup berhasil membawa kembali semangat para pegiat teater di kalangan anak muda untuk membawakan karya mereka.
“Iya itu, makanya ketika melihat yang tahun ini, banyak banget sutradara-sutradara muda, aktor-aktor muda yang tampil dan berkarya ikut serta. Itu memberi acuan pada saya untuk ayo! ayo! ayo! ikut juga!” serunya.
Di sisi lain, pengunjung FTJ 2025, Yaya menyatakan langsung antusiasmenya dalam mengikuti perjalanan salah satu grup yang ikut serta dalam seleksi festival ini. Ia menyatakan proses seleksi sebelumnya berada di Pusat Pelatihan Seni dan Budaya (PPSB) Jakarta sementara penampilan final digelar di Gedung Kesenian Jakarta.
“Wih! kesempatan nih bisa nonton langsung di Gedung Kesenian Jakarta kan beda tempat gitu. Jadi kayak beda aja gitu kesannya. Ternyata beneran emang ternyata udah disediain juga kursi-kursinya,” ucap Yaya saat diwawancarai di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (26/10).
Yaya menegaskan kembali bahwa FTJ 2025 cukup berhasil untuk mengangkat kembali semangat teater di Indonesia. Ia menyatakan festival ini sudah membuka peluang bagi pegiat teater dan masyarakat umum untuk mengenali lebih lanjut soal dunia teater.
“Nah, pentingnya itu supaya generasi-generasi berikutnya bisa melestarikan budaya-budaya (teater) sebelumnya,” pesannya.
