| Sumber Foto: detik.com |
JOURNOLIBERTA.COM – Kabar duka datang dari dunia pendidikan Indonesia belum lama ini. Pada Jumat, 23 Juli 2021, perempuan
Indonesia pertama peraih gelar doktor di Universitas Al-Azhar Kairo, Prof Huzaemah Tahido Yanggo, tutup usia di RSUD Banten akibat
terpapar Covid-19. Ia meninggal di usianya yang ke-73 tahun. Informasi
meninggalnya dikonfirmasi Ketua Fatwa MUI, Asrorun Niam Soleh. Asrorun mengaku kehilangan sosok ulama
fikih perempuan yang cukup dihormati karena jasa-jasanya.
Prof.
Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, M.A., adalah seorang Rektor Institut Ilmu
Al-Qur’an (IIQ) Jakarta,
guru besar di UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, serta pakar fikih Perbandingan
Mahzab. Prof Huzaemah menempuh pendidikan dasar hingga
perguruan tinggi di lembaga Pendidikan Alkhairat. Pada
1975, ia meraih gelar Sarjana Muda (BA) dari Fakultas Syariah Universitas Alkhairat (Unisa). Berselang dua tahun, ia melanjutkan
studinya ke Universitas
Al-Azhar, Kairo, Mesir, hingga meraih gelar Master of Arts (MA) pada
1981 dan gelar doktor pada 1984 yang masing-masing
mendapatkan predikat cumlaude.
Karier Prof Huzaemah dimulai
sejak beliau mendapat gelar doktor. Beliau pernah menjabat sebagai anggota Komisi Fatwa MUI sejak tahun 1987 dan
anggota Dewan Syariah Nasional MUI sejak 1997 dan 2000. Prof. Huzaemah juga pernah menjabat sebagai ketua bidang Fatwa
Majelis Ulama Indonesia. Pada 2000, ia diangkat menjadi Ketua Majelis
Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Pengajian dan Pengembangan sosial.
Pada 2018, Prof Huzaemah menjadi Pembantu
Dekan I di Fakultas Syariah dah Hukum UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta, dan
menjabat direktur Program Pascasarjana Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta dan sekaligus rektor di instansi tersebut periode 2014-2018 dan berlanjut 2018-2022. Prof Huzaemah mengajar di tiga universitas sekaligus, yaitu UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan Universitas
Indonesia.
Karirnya di dunia profesional tak kalah
cemerlang. Beliau menjabat sebagai Dewan Pengawas Syariah (DPS) Asuransi Great
Ekstren Syariah sejak tahun 2000, Ketua DPS Asuransi AXA Syariah sejak tahun
2009, ketua DPS Asuransi Jasa Raharja Putera Syariah sejak tahun 2007, kedua
DPS Auto Finance CIMB Niaga Syariah sejak tahun 2012 dan anggota DPS Bank
Victoria Syariah sejak 2012.
Tak
cuma itu, Prof Huzaemah juga aktif dalam pertumbuhan wanita seperti menjadi
Ketua Pengurus Besar Persatuan Wanita Islam Al-Khairat Pusat di Palu, Sulawesi
Tengah sejak 1996;
Ketua Pusat Pembelajaran Wanita IAIN Jakarta pada tahun 1994 hingga 1998; anggota POKJA MENUPW
dari tahun 1992 hingga 1996;
dan menyampaikan ceramah dalam berbagai seminar berkaitan wanita.
Hal tersebut sejalan dengan pemikirannya, yaitu Islam
memberi ruang pada perempuan untuk ikut berkontribusi dalam menyejahterakan
keluarga. Peran publik ini, dalam pandangannya, dapat dilakukan oleh perempuan
selama dia bekerja sesuai kodrat keperempuanannya, tidak meninggalkan pekerjaan
domestik, dan tetap memegang aturan agama.
Beliau juga memberikan membimbing
dan memotivasi murid-muridnya untuk terus berjuang melanjutkan studi ke jenjang
paling tinggi. Salah satu contohnya adalah Nadirsyah Hosen, profesor di Monas
Law School, yang
dalam prolog bukunya bertajuk Dari Hukum Makanan Tanpa Label Halal Hingga
Memilih Mazhab yang Cocok (2015) mengakui bahwa karier intelektualnya sangat
dipengaruhi oleh Prof. Huzaemah.
Prof
Huzaimah bukan hanya hebat karena kepakarannya dan berbagai prestasi yang
diraihnya. Tetapi juga karena relasi kemanusiaannya. Dia sangat dekat dengan
santri atau mahasiswanya. Selalu menjalin dan menjaga silaturahmi dengan
kerabat dan kenalan-kenalannya. Dia dikenal suka membantu orang lain. Dia
adalah karakter yang melayani. Ramah dan rendah hati tapi juga berani
(berbeda), berbicara lantang dan bersikap tegas terhadap hal-hal yang
menurutnya tidak benar, tidak sesuai dengan etika, aturan-aturan
yang berlaku,
dan ketentuan-ketentuan agama yang diyakininya. Mungkin karena itu ada juga
yang menganggapnya kaku.
Prof Huzaemah memiliki pandangan sangat
tegas bahwa peran domestik perempuan harus
dijaga. Meskipun gelombang perempuan yang bekerja di sektor publik semakin
kuat, tetapi bagi Prof Huzaemah peran domestik perempuan
harus mendapatkan posisi yang tidak lebih sedikit dibandingkan peran publiknya. Ia dengan tegas menolak gerakan-gerakan yang ingin menggeser perempuan
sepenuhnya agar keluar dari sektor domestik. Dengan pemikiran tersebut, beliau
disebut berdiri di atas dua kaki. Artinya adalah merespons perkembangan zaman dengan
satu kaki, sementara kaki yang lain kokoh mengakar di tradisi yang dimiliki.
Keteguhan mempertahankan
prinsipnya terbukti saat beliau dengan tegas menolak usulan tim Pengarusutamaan Gender
(PUG) dalam hukum perkawinan di Indonesia. Ia juga mengusulkan beberapa ide yang
dinilai sangat kontroversial, meliputi diperbolehkannya kawin kontrak, tidak diwajibkan
adanya wali nikah, bolehnya nikah beda agama, larangan poligami, ihwal
pewarisan, tentang hak cerai dan juga hak rujuk istri, iddah, dan juga nusyuz.
Prof Huzaemah dengan tegas berpendapat
bahwa usulan-usulan tersebut tidak relevan dan keluar dari koridor yang
diajarkan oleh Al-Quran dan Hadis. Baginya, rumusan-rumusan tim PUG dalam hukum perkawinan justru sangat
kontraproduktif dan bertentangan dengan maqashid
syari’ah atau penegakan nilai serta prinsip keadilan sosial, kemaslahatan
umat manusia, kerahmatan semesta dan kearifan gender, serta telah merusak
ajaran Islam itu sendiri.
Prof Huzaemah serta dua rekannya,
Nabilah Lubis dan Zakiah Darajat, menulis keberatan itu dengan lugas dan
terstruktur dalam buku Kontroversi Revisi Kompilasi Hukum Islam (KHI) dalam
Perspektif Pembaharuan Hukum Islam di Indonesia. Dalam buku tersebut,
mereka memberikan
ulasan, penjelasan, kritik, dan kelemahan wacana arus pengutamaan gender dalam
Kompilasi Hukum Islam yang dicanangkan oleh Kementerian Agama.
Baginya, pembaruan dan modernisasi tidak
berarti ia harus memberangus tradisi, apalagi bertentangan dengan nilai-nilai
yang diajarkan oleh Al-Quran dan Hadis. Sebab, jika modernisasi dijalankan
dengan mengingkari dan mencampakkan nilai-nilai Al-Quran dan hadis, maka itu bukan
modernisasi, melainkan dekadensi yang setara belaka dengan degradasi.
Selain aktif dalam kegiatan dan mimbar-mibar diskusi
yang terkait dengan keagamaan dan kemanusiaan, Prof Huzaemah juga melampiaskan
pemikirannya lewat “goresan tinta”. Hasil tulisannya
menghiasai banyak majalah dan media masa seperti majalah Ahkam, Harkat, Akrab
dan Studia Islamika. Ia juga mengisi Forum Konsultasi Agama Islam dalam majalah
PARAS. Karangannya yang dibukukan dan diterbitkan antara lain adalah Pandangan
Islam tentang Gender, Pengantar Perbandingan Mahzab, Konsep Wanita dalam
Pandangan Islam, Fiqih Perempuan Kontemporer, Masail Fiqhiyah: Kajian Fiqih
Kontemporer.
Dengan
kiprahnya yang luar biasa, tidak heran sejumlah penghargaan berhasil dia
dapatkan. Beliau mendapat penghargaan “Kepemimpinan
dan Manjemen Peningkatan Peranan Wanita” dari Menteri Negara Peranan Wanita RI
tahun 1999;
penghargaan dari Eramuslim Global
Media atas “Kepedulian terhadap Ilmu Syariah sebagai pakar Fikih Perempuan” pada tahun 2007; penghargaan Satya
Lencana Wira Karya dari Presiden RI tahun 2007 atas jasa sebagai Tim
Penyempurnaan Tafsir al-Qur’an Departemen Agama RI.
Selain itu, pada tahun 2015 beliau menyabet penghargaan
Women Award atas dedikasi, inovasi,
dan prestasinya dalam mewujudkan hak-hak perempuan dan anak dari rektor UIN
Jakarta. Pada tahun 2016, ia
mendapatkan penghargaan Lencana Karya Satya 30 Tahun dari Presiden RI.
Penghargaan ini merupakan penghargaan yang diberikan kepadanya atas
kesetiaannya mengabdi untuk negeri selama tiga puluh tahun terakhir.
Penulis: Indah Pramestya dan Aulia Oktavia Rengganis
Editor: Johan
Refensi:
https://tirto.id/huzaemah-t-yanggo-ahli-perbandingan-mazhab-yang-gilang-gemintang-cLiz
https://id.wikipedia.org/wiki/Huzaemah_Tahido_Yanggo
https://kemenag.go.id/read/ahli-hukum-islam-uin-jakarta-huzaemah-tahido-yanggo-tutup-usia-dlyx5
https://www.ngopibareng.id/read/prof-huzaemah-t-yanggo-ulama-fikih-perempuan-a-wan-pbnu-wafat/amp
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





