| Journoliberta/Fifi |
Perubahan
status Jurnalistik dari konsentrasi menjadi program studi (prodi) juga mendapat
tanggapan dari mahasiswa dan alumni Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu
Komunikasi (Fidikom) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dari
berbagai tanggapan yang diterima redaksi JL
Online hampir semuanya bernada positif, banyak harapan dan doa untuk
Program Studi Jurnalistik yang lebih baik ke depannya. Tidak hanya apresiasi
terhadap perubahan status jurnalistik, apresiasi kepada Kepala Program Studi
(Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) pun dilontarkan. Berikut
adalah berbagai tanggapan dari mahasiswa dan alumni yang kami wawancarai :
Kedepannya
berharap agar pembelajarannya lebih dibawa ke ranah jurnalistik, dari tenaga
pengajar juga harus ditambah yang kompeten dalam bidang jurnalistik karena kita
ini masih minim tenaga pengajar dalam bidang jurnalistik. – Maulana Alwy
Ramadhan, Mahasiswa Jurnalistik Semester 4.
Bagus
banget. Ini yang ditunggu-tunggu karena kita sekarang udah menjadi prodi.
Artinya sekarang kira lebih difokuskan lagi dan jurnalistik bisa lebih improve lagi dan bisa membuat kebijakan
sendiri terkait apa aja yang bakal kita lakukan. Intinya saya sangat setuju
dengan perubahan status ini. – Budi Santoso, Mahasiswa Jurnalistik Semester 2.
Jurnalistik harus punya target beberapa tahun ke depan, harus punya akreditasi apa dan mahasiswanya mau seperti apa. Kita jangan terlalu bangga sekali setelah kita menjadi jurusan lalu kita tidak mengembangkan diri. Ada beberapa orang yang setelah menjadi jurusan lalu merasa targetnya sudah tercapai padahal ini merupakan langkah awal. – Qusyairi Sazali Quba, Mahasiswa Jurnalistik Semester 6.
Ya
positif, tidak lagi di bawah naungan KPI. Itu yang memang sudah lama jadi
bahasan anak-anak Jurnalistik angkatan lama. Karena memang seharusnya
Jurnalistik berdiri sendiri. Apresiasi juga untuk Kajur dan Sekjur yang sudah
memperjuangkan itu. Tapi yang utama, sudah jadi jurusan sendiri maka
kualitasnya diperbaiki seperti fasilitas infrastruktur dibenahi, meski itu
ranahnya fakultas. Lalu kualitas pengajarnya ditingkatkan lagi. – Indi Hikami,
Alumni Jurnalistik tahun 2009, Wartawan Football5star.
Perubahan prodi kalau tidak dibarengi dengan pengadaan fasilitas yang lebih baik juga sama saja bohong, sarana yang menunjang perkuliahan jurnalistik menurut gue juga masih kurang. Ya jadi menurut gue perubahan status ini biasa aja menurut gue, sebenernya balik lagi ke mahasiswanya masing-masing sih anggepnya gimana. – Fakhri Hermansyah, Alumni Jurnalistik tahun 2010, Wartawan Tempo.
Berhubung kita sudah menjadi prodi, secara personal saya senang sekali. Mudah-mudahan ke depannya jurnalistik semakin berkembang, alumninya semakin sukses dan mahasiswanya semakin berprestasi. Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah diperjuangkan sangat lama ini. Saya berharap jurnalistik dapat menyediakan dosen-dosen yang kredibel di bidang jurnalistik dan mahasiswanya semakin banyak diberi tugas yang berbau jurnalistik. – Laras Sekar Seruni, Alumni Jurnalistik tahun 2013 Penulis.
Konsentrasi Jurnalistik Program Studi (Prodi)
Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
(Fidikom) akhirnya resmi menjadi Prodi Jurnalistik. Artinya, Jurnalistik sudah
tidak lagi menginduk kepada Prodi KPI.
Keputusan (SK) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI (Menristek
Dikti) nomor 287/KPT/1/2018 tentang izin pembukaan Prodi Jurnalistik yang
diselenggarakan oleh Kementerian Agama.
menambahkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengharuskan akreditasi ulang
dengan memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) dan melaporkan
hasil penyelenggaran Prodi paling lambat satu bulan setelah akhir semester.
Baca Juga : [Editorial] Selamat Atas Perubahan Status Jurnalistik
Baca Juga : Jurnalistik Resmi Jadi Program Studi
Baca Juga : Stakeholders Fidikom Apresiasi Perubahan Status Jurnalistik
Baca Juga : Lika-Liku Perjalanan Jurnalistik

