Journoliberta.com – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-82 di Yayasan Jamrud Biru, Kota Bekasi, melibatkan sekitar 85 penerima layanan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Senin (17/8). Dalam kegiatan tersebut, penerima layanan turut menjadi petugas dan mengikuti perlombaan yang disesuaikan dengan kondisi mereka.
Ketua RT 04/RW 04, Sumar, mengatakan upacara tersebut menjadi pelaksanaan perdana di lingkungan Yayasan Jamrud Biru. Sumar mengapresiasi antusiasme para penerima layanan ODGJ yang mengikuti persiapan kegiatan tersebut.
“Persiapannya berlangsung kurang lebih satu bulan dengan enam kali latihan dan diakhiri gladi bersih. Memang ada yang kuat mengikuti kegiatan di bawah sinar matahari, tetapi ada pula yang tidak kuat,” ujar Sumar saat diwawancarai di lapangan Yayasan Jamrud Biru, Senin (17/8).


Sumar mengatakan, interaksi antara penerima layanan Jamrud Biru dan warga sekitar sudah terjalin dalam berbagai kegiatan. Menurutnya, interaksi tersebut menunjukkan para penerima layanan dapat beraktivitas dan berbaur bersama warga.
“Mereka sering berbaur dengan warga. Pernah saya ajak untuk ikut memilah limbah, mereka mengerti, tertawa, dan biasa bercanda dengan warga. Bahkan pada 16 September nanti, mereka juga akan saya ikut sertakan dalam acara Maulid bersama warga,” tambah Sumar.


Sementara itu, pendiri Yayasan Jamrud Biru, Suhartono, menjelaskan rangkaian perlombaan disesuaikan dengan kondisi para penerima layanan agar seluruh ODGJ dapat berpartisipasi. Selain itu, pemenuhan kebutuhan dasar dan pendampingan kesehatan turut dilakukan untuk menjaga kondisi mereka agar lebih tenang saat mengikuti kegiatan dan berinteraksi dengan warga sekitar.
“Ada perlombaan yang melatih ketangkasan hingga daya pikir dalam bentuk kegiatan ringan. Kami juga memenuhi kebutuhan mereka secara rutin, seperti makan empat kali sehari, serta menunjukkan kalau ODGJ punya hak asasi sehingga tidak dikurung atau dipasung. Mereka bisa berbaur dengan masyarakat, dan stigma ataupun diskriminasi terhadap ODGJ mulai hilang,” jelas Suhartono saat diwawancarai di lapangan Yayasan Jamrud Biru, Senin (17/8).

Selain itu, Suhartono berharap pemerintah memberi perhatian lebih terhadap pemenuhan kebutuhan ODGJ, serta mendukung pengembangan Yayasan Jamrud Biru. Ia mengungkapkan keterbatasan lahan, infrastruktur, dan alat pendukung masih menjadi kendala yayasan dalam memberikan pelayanan.
“Kami berharap pemerintah memerhatikan seluruh ODGJ, khususnya Jamrud Biru yang saat ini masih belum memiliki lahan karena masih diberikan hak guna pakai dari salah satu Perseroan Terbatas (PT). Kami punya kemampuan dan semangat untuk membantu ODGJ agar kembali sehat dan pulih,” pungkas Suhartono.

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





