Journoliberta.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) bersama masyarakat dan komunitas lingkungan memperingati Hari Keadilan Ekologis (HKE) 2026 menggelar aksi long march menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Senin (21/9). Aksi tersebut membawa tuntutan keadilan ekologis sekaligus menyoroti dampak kondisi lingkungan terhadap masyarakat dan generasi mendatang.
Kepala Departemen Komunikasi Strategis dan Jaringan WALHI Nasional, Dana Prima Tarigan, mengatakan peringatan HKE 2026 mengangkat tema “Dari Tapak untuk Keadilan Antargenerasi”. Ia menyebut aksi tersebut melibatkan nelayan, petani, masyarakat adat, perempuan, dan anak muda dari berbagai wilayah.
“Kami menuntut keadilan baik terhadap manusia antargenerasi maupun hak alam yang dirampas. Bersama komunitas tingkat tapak, kami menuntut hak kepada DPR RI karena bencana ekologis berkaitan dengan mudahnya izin dikeluarkan serta regulasi yang tidak berpihak kepada lingkungan dan masyarakat,” ujar Dana di depan Gedung DPR RI, Senin (21/9).
Menurut Dana, tuntutan tersebut juga berkaitan dengan keadilan agraria dan pengelolaan sumber daya alam. Ia meminta regulasi terkait lingkungan dikoreksi kembali dengan mengacu pada Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (TAP MPR) Nomor 9 Tahun 2001.
“Kami meminta semua regulasi yang ada dikoreksi kembali agar berpihak pada lingkungan dan masyarakat. Regulasi yang akan dikeluarkan juga harus memastikan keadilan bagi manusia dan alam,” jelasnya.
Sementara itu, peserta aksi dari Green Leadership Indonesia, Ulfatur Roziana, melihat kondisi lingkungan Indonesia sebagai persoalan yang dirasakan bersama dan tidak dapat dipisahkan berdasarkan wilayah. Ia menilai kerusakan lingkungan perlu menjadi perhatian karena dampaknya telah menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Dampak terdekat yang paling terasa adalah pada akhirnya bagaimana aku bisa mengakses hak-hak dasar untuk hidup. Bernapas saja harus pakai masker, untuk minum, mandi, dan konsumsi air lainnya, itu harus pilah-pilah dulu,” ucap Ulfa saat diwawancarai langsung di depan Gedung DPR RI, Senin (21/9).
Ulfa juga mengaitkan kondisi lingkungan dengan ketersediaan bahan pangan yang bergantung pada ekosistem yang sehat. Ia mengatakan persoalan tersebut perlu diperhatikan generasi muda dengan melihat kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Bumi kita seharusnya sehat, tetapi sekarang ikan di laut saja sudah terdampak mikroplastik dan hal lain. Kalau kondisi sekarang saja sudah rusak, bagaimana kehidupan kita ke depannya?,” tuturnya.
Menurut Ulfa, keberlanjutan kehidupan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan ekonomi saat ini, tetapi juga dengan kondisi lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia menilai upaya menjaga lingkungan perlu dimulai dari generasi sekarang agar selanjutnya tidak menghadapi kerusakan yang semakin berat.
“Aku tidak akan meninggalkan adik aku berjuang sendirian kedepannya. Aku harap generasi selanjutnya bisa kita upayakan bersama dari sekarang yang mana Nusantara ini milik kita bersama,” pungkasnya.
Penulis: Ratna Dewi Lubis
Editor: Muhammad Iqbal


