Journoliberta.com – Dalam mempertahankan tradisi, Suku Dinas (Sudin) Kebudayaan Jakarta Pusat mengadakan Festival Beduk tingkat Kota Administrasi Jakarta Pusat pada 6-7 Maret 2025 di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Perlombaan beduk merupakan salah satu rangkaian festival yang diikuti oleh 16 grup penabuh beduk dari wilayah Jakarta Pusat.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin menyampaikan, juara pertama dari perlombaan ini akan melaju ke tingkat provinsi. Ia menekankan pentingnya semangat berkompetisi untuk membawa nama baik wilayah mereka.
“Yang juara satu akan naik ke tingkat provinsi. Kegiatan yang besok ada di Lapangan Banteng gimana tuh? Kita orang pusat jadi penonton? Mau jadi penonton? Enggak toh, mesti jadi juara,” ujar Arifin dalam pidato penutup acara di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (7/3).
Salah satu pendamping peserta sekaligus Lurah Sawah Besar, Arbi, mengungkapkan rasa bangga terhadap timnya yang mayoritas terdiri dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta warga setempat. Ia juga menyatakan bahwa tujuan mengikuti perlombaan ini untuk menanamkan keseimbangan antara kehidupan beragama dan sosial.
“Saya bangga dengan tim saya karena memang sebagian besar adalah anak buah saya, khususnya dari PPSU dan sebagian dari warga. Jadi, saya selalu menekankan mereka agar balance antara duniawi dan akhirat. Supaya mereka juga bisa memberikan yang terbaik buat wilayah kita,” ungkap Arbi saat diwawancarai di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (7/3).
Festival beduk bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga budaya Islam di tengah gempuran digitalisasi. Arbi berharap kegiatan seperti ini terus diadakan setiap tahun sebagai sarana agar generasi muda tetap terhubung dengan tradisi setempat.
“Mudah-mudahan setiap tahun ada. Jadi ini bisa menumbuhkembangkan minat generasi-generasi muda lah, paling tidak supaya tidak terpaku dalam gadget, tetapi dalam hal-hal yang bersifat tradisional,” tutupnya.





