Aliansi Mahasiswa Jakarta Gelar “Aksi Berdarah” di Depan Istana

Aliansi Mahasiswa Jakarta Gelar "Aksi Berdarah” di Depan Istana
Journoliberta/Siska

Sejumlah
mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka pada Selasa (16/7/2019).
Mereka terdiri dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Jakarta, di
antaranya UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Trisakti,
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan
Jakarta, Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan Islam, Universitas Islam Jakarta,
dan Universitas Paramadina.

Beberapa tuntutan
pada aksi kali ini
adalah menolak diskon
pajak
sebesar 300%, usut tuntas kasus penyiraman Novel Baswedan, usut
tuntas kasus HAM besar, pemerataan pendidikan, dan menolak sistem zonasi.

Unjuk
rasa bertajuk Aksi Berdarah (Bergerak dari Hati) ini
diawali dengan long march
dari Patung Kuda hingga Senayan. Selanjut
nya peserta aksi mengucap sumpah mahasiswa Indonesia,
menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Halo-halo Bandung. Aksi
ini sempat memanas saat para mahasiswa
membakar ban, terjadi saling dorong antara pihak kepolisian dan pengunjuk rasa.

“Iya tadi sempat terjadi kericuhan, tapi itu hal
yang biasa, yang terpenting aksi berjalan damai, tak ada korban jiwa dan ini menjadi
bukti bahwa pihak kepolisian menjunjung tinggi kebebasan berpendapat di muka
umum
,” ujar Kapolsek Gambir, AKBP Yohanes Kindangen.

Salah satu peserta aksi dari ITB
Ahmad Dahlan,
Trisna, juga mewajarkan konfrontasi
yang terjadi. “Tadi
sempat
dorong-dorongan dari belakang, tapi ini adalah hal yang wajar pada setiap aksi
demonstrasi,”
katanya.

Presiden
Mahasiswa (Presma) dari masing-masing kampus melakukan negosiasi dengan
Kapolsek Gambir
untuk bertemu dengan pihak Istana. Negosiasi berjalan alot. Pada akhirnya Kapolsek menolak
permintaan mahasiswa.

Presma
Uhamka, Arip Rachman Hakim, mengatakan bahwa aksi ini merupakan aksi pemanasan.
Sebagai aksi awal, aksi ini
dapat dibilang cukup baik, sekitar 500-600 mahasiswa yang hadir, namun akan ada
aksi-aksi berikutnya yang lebih besar lagi dan lebih banyak lagi,”
ungkapnya.

Aksi ini ditutup dengan shalat magrib berjamaah. Unjuk rasa
berakhir damai meski sempat ada konfrontasi dan peserta aksi segera membubarkan
diri.


(Johan)

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Pos terkait