| Foto: Journo Liberta/Savira Agustin |
JOURNOLIBERTA.COM
– Proses Seleksi
Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2021
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tetap dilakukan, meski ditengah Kebijakan
Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan pemerintah.
UIN Syarif Hidayatulah
Jakarta menjadi salah satu universitas yang masih membuka jalur masuk mandiri
bagi calon mahasiswa baru,
salah satunya adalah lewat
jalur SPMB.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan ujian SPMB Mandiri tahun ini
dilakukan secara daring.
Dilansir dari akun
instagram @uinjktofficial, menginformasikan terkait pelaksanaan SPMB 2021 yang
berlangsung pada 25 Mei 2021 ini
dilakukan
di rumah masing-masing peserta.
Lebih lanjut, Kepala
Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (BAAKK), Jaenuddin menjelaskan, ujian SPMB tahun ini dilaksanakan melalui
Sistem Seleksi Elektronik (SSE).
“Join dengan
Kelompok Kerja (Pokja) UMPTKIN menggunakan server nasional. Semua peserta, tes di rumah masing-masing melalui
fasilitas android
atau laptop (yang) diawasi
oleh pengawas di lab komputer UIN.
Masing-masing
mengawasi 25 peserta dalam komputer,” jelas Jaenuddin kepada wartawan Journo Liberta, Rabu (14/07/2021).
Akun instagram @uinjktofficial juga menginformasikan bahwa pendaftaran SPMB Mandiri
UIN Jakarta
mulai dibuka pada 10 Mei
sampai 16 Juli 2021 pukul 16.00 WIB. Adapun, untuk pelaksanaan
ujian SSE akan
dilaksanakan pada 26 Juli 2021 dan pengumuman hasil
seleksinya diumumkan 5
Agustus 2021.
Terkait dengan biaya
pedaftaran, Jaenuddin menginformasikan meski ujian
SPMB tahun ini dilakukan dengan elektronik,
tidak ada perubahan biaya pendaftaran, yakni
tetap Rp. 300.000.
Salah satu peserta SPMB Mandiri, Sa’adah mengeluhkan terkait informasi SPMB
yang kurang jelas. Peserta
asal Majalengka ini mengungkapkan bahwa informasi yang baru disebarkan hanya tentang tanggal simulasi dan pelaksanaan ujian,
sedangkan mengenai aplikasi yang akan digunakan untuk ujian masih belum
diinformasikan.
“Pelaksanaan SPMB
Mandiri tahun ini bagus, cuman
buat info-infonyanya (masih) kurang jelas gitu, pengennya
ke tempat langsung, ehh
tapi ga bisa karena ada PPKM dan lain sebagainya “ terang Sa’adah.
Melalui pesan WhatsApp Sa’adah menyarankan agar peserta yang ikut SPMB
dapat dibimbing langsung dengan dibuatkan grup WhatsApp, agar informasi yang
didapatkan lebih jelas. Ia juga berharap agar dapat diterima
menjadi mahasiswa UIN
Jakarta melalui jalur ini.
“Kalo bisa si didata anak-anak yang mau ikutan SPMB. Terus dibimbing sama
panitianya, lebih
bagus dibikin grup gitu,” ujarnya, Selasa
(13/07/2021).
Sebagai informasi tambahan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membuka
kuota jalur SPMB tahun 2021 sebanyak 1941 kursi, di antaranya adalah Prodi Pendidikan Agama Islam 45
kursi, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islan 60 kursi, Prodi Psikologi 50 kursi,
dan Prodi kedokteran 24 kursi.
Penulis: Ahmad Dwiantoro
dan Syifa Fauziah
Editor: Siti Hasanah
Gustiyani
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan




