Journoliberta.com – Dalam memeringati 100 hari genosida Israel kepada Gaza, massa aksi memadati kawasan Jalan Merdeka Barat tepatnya di depan Kedubes Amerika Serikat pukul 09.00 – 12.00 WIB pada Senin (15/1/2024). Agresi Israel di Gaza yang masih terus berlangsung membuat massa melakukan aksi dengan intuisi baru yang menjadi pembeda dari gerakan bela Palestina sebelumnya.
Dilakukannya aksi tersebut untuk mengingatkan kembali kepada dunia bahwa sampai saat ini perang antara Israel dengan Gaza masih memakan banyak korban yang mencapai lebih dari 14.000 jiwa. Aksi tersebut merupakan bentuk dukungan penghentian pelanggaran HAM yang dilakukan Israel terhadap Gaza.
Aksi sengaja dilakukan di depan Kedubes Amerika Serikat sebagai upaya negara yang masih mendukung agresi militer Israel mencabut dukungannya dan menyetujui gencatan senjata secara permanen. Aksi ini juga sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap rakyat Palestina yang mengalami penderitaan akibat serangan militer Israel.
Koordinator Aksi, Ahmad Zaki Ali mengatakan, aksi kali ini sebagai bentuk perlawanan dan kecaman kepada pihak yang terlibat untuk menghentikan pelanggaran HAM di Gaza. Ia mengungkapkan, aksi ini sedikit berbeda dengan aksi sebelumnya. Terdapat simbol-simbol belasungkawa sekaligus sebagai simbol rasa syukur untuk para anak-anak di Indonesia.
“Yang membedakan aksi hari ini dengan aksi lainnya adalah kami menjejerkan ribuan sepatu anak sebagai simbol dari ribuan anak-anak Gaza yang meninggal dunia,” ujarnya, Senin (15/1).
Zaki mengungkapkan, sumbangan sepatu yang dijejerkan diperoleh dari para donatur dan masyarakat Indonesia yang kemudian dijadikan simbol dari ribuan anak-anak Gaza yang meninggal dunia. Setelah aksi selesai, sepatu tersebut akan disumbangkan ke pelosok negeri di Indonesia sebagai bentuk rasa syukur.
“Setelah acara ini selesai ribuan sepatu ini akan disumbangkan untuk anak-anak Indonesia yang sekolah di berbagai pelosok negeri dengan disertai pesan cinta agar anak-anak Indonesia tetap dan makin semangat untuk melanjutkan sekolahnya dan menjadi bahan bersyukur di saat anak-anak Palestina tidak lagi bisa sekolah karena menjadi korban genosida,” ungkapnya.
Peserta aksi dari Yayasan Gerakan Serikat Jumat, Nurul menyampaikan simpatinya kepada korban genosida yang terjadi Gaza. Menurutnya konflik yang terjadi harus segera dihentikan karena banyak sekali anak-anak tidak berdosa menjadi korban.
“Yang mengetuk hati saya untuk melakukan aksi hari ini karena kita sesama manusia, membayangkan seandainya kita ditindas seperti itu dan banyak korban anak-anak yang tidak berdosa. Apalagi saya adalah seorang ibu yang melahirkan anak,” ujar Nurul, Senin (15/1).
Ia menambahkan, doa dan dukungan rakyat Indonesia akan terus mengalir untuk warga Gaza di Palestina.
“Untuk warga Gaza, walaupun tidak bisa datang kesana kami di sini tetap berdiri bersama kalian dan terus memanjatkan doa agar diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan,’’ pungkasnya.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





